«

»

Mar
29

Hati-hati Dengan Tagihan Telkomsel


Share on Twitter

TO: CEO/BOD/MGR TELKOMSEL DAN SIAPA PUN YANG BERWENANG,

Hari ini saya semakin merasa sangat marah dan kesal kepada TELKOMSEL, dengan pelayanan TELKOMSEL yang BERTELE-TELE dan TIDAK ADA KEJELASAN. Dimulai tanggal 16 Maret 2012, saya menerima tagihan kartu kredit yang tidak masuk akal. Setelah dicross check, ternyata ada tagihan dari TELKOMSEL sebesar IDR 4.19 JUTA. Saya langsung menelepon customer service TELKOMSEL menanyakan mengenai tagihan ini dimana saya belum menerima BILLING STATEMENT-nya. Dan yang paling konyol, karena mereka tidak bisa menjelaskan hal ini maka mereka pun mulai menanyakan hal-hal yang makin KONYOL tapi sedikit masuk akal.

Berikut pertanyaan yang diajukan pihak TELKOMSEL:

Operator (Op): Maaf, apakah Bapak pernah keluar negeri ?
Saya: Belum, Saya belum pernah keluar negeri.
Op: Mungkin HP-nya pak ?
Saya: Mbak, saya saja belum pernah keluar negeri, apalagi HP saya…masa HP saya jalan-jalan sendiri keluar negeri… punya kaki kalinya (dengan nada kesal namun sedikit bercanda).
Op: Baik pak, kami akan bantu pembuatan laporannya..mohon tunggu sebentar ya… …………….
Op: Baik pak, laporannya sudah kami konfirmasikan ke “PIHAK TERKAIT” untuk permasalahan billing statement bulan februari 2012..mohon ditunggu 3 x 24 jam… Dan sejak hari itu, hampir setiap hari saya telepon ke CUSTOMER SERVICE dan makin tidak jelas ujungnya.

Kemudian karena billing statement belum datang juga, pada tanggal 21 Maret 2012 saya telepon lagi ke 111, setelah “DISKUSI” sekitar 3 jam, akhirnya e-bill dikirimkan tanggal 21 Maret 2012. Dan langsung saya konfirmasi ketidaksesuaian tagihan saat itu juga. Dan laporannya dibuat kembali untuk diproses. Dan untuk proses adjustment akan dilakukan 30 hari kedepan. Dan saya meminta kapan keputusan proses adjustment akan dilakukan atau tidak. Dan saya dijanjikan hari senin, 26 Mar 2012 \”PIHAK TERKAIT\” dari TELKOMSEL akan menghubungi saya untuk memberikan jawaban dari keputusan mengenai proses adjustment ini.

Namun pada tanggal 26 Maret 2012, ternyata saya tidak dihubungi oleh “PIHAK TERKAIT” TELKOMSEL. Jangan-jangan “PIHAK TERKAIT” TELKOMSEL sedang TERKAIT di pohon atau lagi ikutan DEMO BBM… Akhirnya saya telepon lagi ke 111, dan dijanjikan tanggal 27 Mar 2012 akan ditelepon. Ok, saya akan tunggu bahkan saya tunggu sampai tanggal 27 Mar 2012 pukul 23:59:59.( Yah mana tahu durasi tanggal 27 Maret 2012 adalah sampai 23:59:59…..) Namun saya kecewa karena tidak ada follow up sama sekali.

Pada tanggal 28 Maret 2012, saya hubungi lagi TELKOMSEL, karena dari CUSTOMER SERVICE yang BERTELE-TELE maka saya meminta untuk berbicara dengan yang lebih berwenang. Dan saya dihubungkan dengan Team Leader, dan berdasarkan info lisan yang disampaikan bahwa  “DIPASTIKAN TOTAL TAGIHAN BULAN FEBRUARI 2012 SUDAH SESUAI / VALID”, namun pada saat saya tanyakan atas dasar apa “PIHAK TERKAIT” TELKOMSEL menyatakan tagihan tersebut VALID atau TIDAK. Ternyata mereka hanya membaca BILLING STATEMENT saja… Saya meminta trace back data history pemakaian GPRS namun dikonfirmasikan tidak bisa di-provide dan mereka menjanjikan akan mengirimkan BUKTI KETIDAKMAMPUAN TELKOMSEL UNTUK TRACE BACK PEMAKAIAN GPRS ini.

Pertanyaan saya :
1. Kenapa berbeda antara total yang harus dibayar dengan total jumlah pemakaian ?
2. Karena Autodebet, tanpa mengirimkan billing statement, TELKOMSEL langsung men-debet untuk pembayaran tagihan. Apa memang prosedurnya seperti itu ?
3. Setelah mendapatkan informasi ”DIPASTIKAN TOTAL TAGIHAN BULAN FEBRUARI 2012 SUDAH SESUAI / VALID” dan BUKTI KETIDAKMAMPUAN TELKOMSEL UNTUK TRACE BACK PEMAKAIAN GPRS. Karena dari statement ini, menandakan TELKOMSEL bertindak sewenang-wenang terhadap customer-nya ?
4. Bagaimana dengan tagihan saya dari TELKOMSEL ?

Robert Surya
Grand Poris AB I / 5
Tangerang, Indonesia 

Share on Twitter

Pengaduan Terkait:

  1. Tagihan Telkomsel HALO Melonjak 2x ++
  2. Hati-hati Dengan Kartu Kredit Standard Chartered!!
  3. Hati-hati Dengan Bank Mega
  4. Hati-hati Jebakan Tarif Internet XL
  5. Hati-Hati Naik Metromini 92 (Saya Hampir Dikapak Sama Penjambret Yang Berkedok Pengamen)
  6. Pulsa ESIA Tersedot
  7. Kecewa Dengan Pelayanan Taksi Blue Bird
  8. Kecewa Dengan Three, Pulsa Berkurang Terus
  9. Hampir Ditinggal Pesawat Karena Ditinggal Taksi Blue Bird
  10. Jaringan ESIA Terputus

2 comments

  1. pelanggan telkomsel says:

    Saya bisa merasakan kejengkelan, kemarahan, dan keputusasaan yang Anda alami karena saya pernah mengalami hal yang serupa.

    Sangat disayangkan, perusahaan sebesar Telkomsel akhirnya merasa tidak membutuhkan customer; merasa customer lah yang membutuhkan Telkomsel.

    Ujung-ujungnya Telkomsel menjadi arogan dan “tidak mau tahu” dengan kekeliruan yang terjadi di pihaknya dan kerugian yang ditimbulkan oleh kekeliruan tsb pada customer.

    Kerugian yang terjadi bukan saja kerugian secara langsung (muncul tagihan siluman). Customer juga harus menanggung kerugian-kerugian tidak langsung atau kerugian tambahan saat mengurus masalah tsb:

    – kerugian di sisi waktu, karena customer harus berkali-kali menghubungi call center atau harus ke grapari.
    – kerugian di sisi biaya, karena call center meminta customer untuk mengirim fax komplain, yang harus disertai dengan materai.
    – kerugian di sisi waktu, jika customer akhirnya harus ke grapari untuk menyelesaikan masalah ini.
    – kerepotan yang terjadi saat kartu diblokir jika customer kartu halo menolak membayar tagihan karena komplain yang diajukan belum ada keputusan.
    – beban pikiran yang diakibatkan kasus tsb.

  2. whitedya says:

    positifnya autodebet ntu praktis sih,
    cuman resiko negatifnya juga tinggi. (ibarat super-trap yg kadang menjebak).
    kalau terjadi pengelembungan tagihan, customer tidak menyadarinya, dan tau-tau duit raib terkena autodebet (akibat penggelembungan tagihan)..

    Komplain-pun cuman dilayani ala kadarnya & terkesan formalitas.

    Jadi, kalo aq sih kurang suka autodebet (kecuali leasing tertentu yg ndak bisa manual). Makanya aq lebih suka non-autodebet (bukan autodebet) seperti HP prabayar, transfer manual untuk telpon, Token untuk listrik, dll.
    Kalau ada eror, ruginya tidak sebanyak autodebet. (paling2 sebatas sisa pulsa / token) dan bisa mem-pending pembayaran.

    *Manual dalam arti bukan autodebet.

Leave a Reply