«

»

Sep
13

Pelayanan Lion Air benar-benar Mengecewakan


Share on Twitter

Ilustrasi

Mau share pengalaman sebagai salah seorang konsumen. Pada tanggal 9 Juli 2012 kemarin saya sempat mengalami pengalaman buruk dari maskapai penerbangan lion air di Bandara Soetta Jkt mengenai waktu check-in. Saya beli tiket lion air PP dengan mengggunakan salah satu jasa travel di Pontianak.

Tiket itu sudah dibayar lunas. Waktu pergi ke Jakarta tidak ada masalah dalam arti pelayanan dan prosedur check-in di bandara Pontianak berjalan lancar. Nah yang menjadi masalah adalah wkt check-in di Bandara Soetta terminal keberangkatan 1B. Tiket keberangkatan 11:10 saya tiba di bandara untuk check-in 10.30 dan ternyata saya mendapati informasi tiket saya dicancel dengan alasan secara otomatis ditutup oleh sayastem (padahal itu tiket sdh saya bayar lunas karena saya pesan PP. Pnk-jkt, jkt-Pnk).

Jadwal terbang yg terpampang di televisi bandara keberangkatan lion air tujuan Pontianak 11.20. Lion air menawarkan solusi saya harus bayar tiket lagi Rp.1.035.000 itupun untuk keberangkatan 2 hari kemudian karena penerbangan full booked.Reaksi saya? tentu saja sebagai konsumen saya berang. Kalau saya telat karena ketinggalan pesawat tentu saya masih bisa terima. Atau status tiket saya masih blm di shoot dan dijual lagi ke org lain saya juga msh bisa terima.Ini penumpang msh duduk2 di ruang tunggu, pesawat juga msh blm berangkat…tiket juga sudah saya bayar lunas dalam artian PASTI berangkat.

Kok tiket saya dengan seenaknya di cancel dan di jual lagi ke orang lain tanpa ada konfirmasi dari pihak lion air sebelumnya? berdasarkan pengalaman saya dengan maskapai penerbangan lain, mereka biasanya ada tlp minimal SMS menanyakan status penumpang apakah jadi berangkat atau tidak atau memberitahu status mengenai bookingan tiket kita. Ini lion air tidak ada sama sekali kabar berita wkt tiba di bandara tiba2 bilang tiket kita di cancel gara2 telat check-in bbrp menit. Karena penasaran, saya coba cek status kode booking tiket saya di kantor lion air pusat Pontianak yg berkantor di grand mahkota lt.2 (wkt itu yg angkat tlp namanya mba Nia) statusnya check-in padahal saya di bandaranya di cancel.

saya protes keras donk!! harusnya kalaupun cancel, tiket itu sdh tidak bisa dijual lagi (sebagai org awam saya curiga dijual lagi dgn hrg yg jauh lebih tinggi karena musim org2 pada pulang liburan). ! Karena o rg bandara yg di front desk (bagian check-in) bersikeras saya tidak bisa berangkat dan harus nambah uang lagi akhirnya saya minta bicara dgn manager lion air yg di bandara. Dibawalah saya di kntor lion (ruangan kecil berdinding biru di dekat bayar airport tax) stlh menunggu bbrp saat muncul karyawan bernama Nanda (pria, klo gak salah pangkat tiga balok wrn silver) yg “mengaku” sebagai Manager.

Sebagai karyawan di lion air seharusnya Nanda ini dpt bersikap tenang (bagaimana caranya agar bisa meredakan amarah seorang konsumen yg mengalami kasus sprt saya) Tapi respon dari Nanda yg “katanya” seorang manager ini sungguh membuat saya menjadi sangat sangat tidak simpatik lagi dgn maskapai penerbangan lion air. Dia mengeluarkan kata2 yg saya rasa kurang pantas untuk disebut di forum ini. Akhirnya stlh terjadi adu mulut dan tidak menemukan solusi, saya keluar ruangan dan coba bicara dengan salah satu bapak yg sedang bicara dengan salah satu pilot mengenai kasus yg saya alami.

Ternyata bpk tersebut salah satu org yg punya kedudukan di lion air Bandara. Buktinya stlh bpk tersebut memerintahkan salah satu karyawannya menangani saya semuanya jadi berubah sikap 180 derajat. Yg awalnya muka karyawan lion air kecut2 dan angkuh jadi murah senyum dan tiket saya diganti dgn penerbangan sore jam 18.15 hari itu juga free tanpa tambahan biaya 1.035.000 seperti yg diminta oleh petugas front desk (bagian check-in) dan tidak harus menunggu 2 hari karena alasan full booked.

Mengenai Nanda karyawan lion air yg mengaku seorang manager itu, saya tidak mengharapkan permohonan maafnya. saya akui waktu itu saya juga salah karena lagi dlm emosi tinggi bicaranya. Hanya lain kali kalau berhadapan dgn seorang konsumen yg lagi naik darah karena merasa dirugikan sebaiknya anda bisa jaga sikap bukannya “nyolot” dan terkesan malah menantang orang tersebut untuk melakukan tindakan yg lebih agresif. Padahal udah jelas-jelas terbukti saya merasa ditipu karena tiket saya telah di jual ke orang lain, masih aja ngotot menyalahkan penumpang dengan mengatakan waktu check-in kurang dari 45 menit.

Saya akan lebih menghargai jika petugas langsung mengatakan alasan sebenarnya, tanpa harus ditutup-tutupi apalagi berbohong. saya mengharapkan ada pihak-pihak terkait mengambil tindakan tegas terhadap layanan penerbangan Lion air ini agar lebih baik kedepannya. Terutama masukan positif untuk menegur para staff lion air bandara yang bertugas dilapangan agar dapat bekerja lebih baik lagi. Sekian sharing pengalaman saya. Semoga pengalaman saya tidak terjadi lagi terhadap konsumen2 lion air yg lainnya. Trim’s

 

*[Sudah dilaporkan ke pihak terkait pada 13 September 2012]

Share on Twitter

Pengaduan Terkait:

  1. Bagasi Hilang, Lion Air Benar-benar Mengecewakan
  2. Pelayanan Lost & Found Lion Air Mengecewakan!!
  3. Tiket Lion Air Yang Tidak Punya Seat
  4. Bagasi Hilang Sudah Menjadi Kebiasaan Lion Air
  5. Pelayanan Call Center Indovison Sangat Mengecewakan
  6. Lagi, Pelayanan Kurir Kartu Kredit Bank Mega Yang Sangat Payah
  7. AORA….Mengecewakan!
  8. Layanan Kurir Bank Mega yang Sangat Mengecewakan
  9. Produk Samsung yang Mengecewakan
  10. Im3 Sangat Mengecewakan

6 comments

  1. David says:

    Sy adalah penumpang lion air jt 0506 tujuan semarang, ketika saya mau cetak tiket n sy bertanya ke salah satu counter lion air yg ada di dpn dgn santainya pegawai counter ( cewek) melambaikan tangan tanpa melihat ke saya sambil terus ngobrol di hp n seolah2 spt mau mengusir org saja, apakah perusahaan sebesar lion air tdk mengajar kan etika n sopan santun didlm melayani penumpang? Mohon tanggapannya n semoga lion tambah maju serta bagus di dlm pelayanan terhadap penumpang

  2. Muhammad Syahdian says:

    Saya mau mengeluhkan tentang ke arogansi an petugas security bandara Juwata Tarakan.
    Pada tanggal 16 Nopember 2013 saya masuk pintu keberangkatan bandara Juwata sekitar jam 11:55, karena saya mau terbang dengan lion air ke Balikpapan. Pas saya memasuki pemindaian dengan sinar x, salah satu security tanya apakah saya bawa korek api gas, saya bilang iya, saya masukkan di dalam tas saya. Setelah itu terjadilah adu argumen yang saya rasa sangat tidak mengenakkan, terus terang saya ini pelanggan, tapi di perlukukan seperti kayak seorang atasan marahin bawahannya, dialog nya seperti dibawah ini;
    oknum petugas: justru tidak boleh korek api gas di taruh dalam tas harus di taruh di saku.
    saya : pengalaman saya di bandara lainnya di taruh di dalam tas, kalau di taruh
    di saku malah di sita oleh petugas.
    oknum petugas: di bandara mana?
    saya : Balikpapan
    oknum petugas: Di sini peraturannya harus di saku, ga boleh di tas, salah itu yang di
    Balikpapan, bodoh orang Balikpapan itu.
    saya : baiklah, saya akan bilang kaya gini nanti di bandara Balikpapan.

    Akhirnya saya keluarkan korek gas api saya, saya masukkan di dalam saku baju saya dan masuk untuk check in.

    Saya ada lagi masalah lainnya di sana, saya kehilangan handphone saya, saya tidak menuduh petugas security yang ambil, tapi salah satu kemungkinan saya meletakkan handphone saya di dekat mereka.
    waktu itu kronologi nya seperti ini;
    Setelah saya dan teman-teman saya melewati pemindaian sinar x, kami menuju masing-masing counter untuk check in, teman-teman saya menuju kalstar tujuan Berau, saya menuju Lion Air tujuan Balikpapan. Setelah kami bertiga selesai check in dan bayar airport tax kami keluar lagi untuk minum di kantin bandara.

    Setelah selesai minum kami masuk lagi, dan tentunya korek api gas saya taruh di saku baju dan tidak di ambil oleh petugas security sana, tapi pas mau menuju ruang tunggu, saya masukkan dalam tas lagi karena saya tau peraturannya emang harus di dalam tas, cuman petugas yang arogan tadi aja tidak mau kalah, tetap ngotot walau dia salah.
    Pas penumpang lion air di panggil untuk boarding, saya berpisah dengan teman-teman saya, pas di dalam pesawat saya baru sadar kalau handphone saya sudah hilang, saya coba mengingat nya, dimana kira-kira saya melepas nya, ada beberapa kemungkinan handphone terlepas dari tangan saya, tapi ada dua kemungkinan yang menurut saya sangat besar yang menyebabkan handphone saya terlepas dan hilang, dua kemungkinan itu adalah;
    ketika di pemindaian sinar x saya masih pegang di tangan tapi mungkin saya letakkan untuk keluarkan korek api gas karena di suruh oleh oknum petugas nya, waktu itu tidak ada penumpang lain selain kami bertiga.

    Kemungkinan yang kedua ketika kami lagi minum di kantin, di sana sih cuman kami bertiga aja yang minum.
    Kalau yang di kantin bandara, kalau saya tertinggal, saya rasa orang kantin lah yang melihatnya, karena tidak ada pelanggan lainnya di restoran tersebut, lagi pula kami duduk di meja yang berjauhan dengan meja lainnya, jadi otomatis kalau tertinggal disana, kemungkinan pas orang kantin beres-beres mereka menemukan handphone saya.

    Kemungkinan besar yang lain seperti yang saya bilang sebelumnya saya masih pegang handphone pas masuk pemindaian sinar x trus ada insiden yang sangat tidak meng enakkan, saya mungkin lepas kontrol dan kelupaan naruh handphone saya.
    Saya tidak menuduh para petugas ditempat itu yang ambil handphone saya, tapi yang jelas saya ada lepas handphone disana, terus tidak ada penumpang lain waktu itu.
    Asumsi saya lainnya adalah ketika saya masuk untuk yang kedua kalinya setelah minum dari kantin, saya pandangin oknum petugas yang berdebat dengan saya tadi dia senyum-senyum angkuh tidak memandang saya, seperti kayak senyeum kepuasan/kemenangan, waktu itu saya masih belum sadar kalau handphone saya hilang, saya cuman pandangin baju dia coba liat siapa nama nya, karena saya emang berniat mau melaporkan kelakuan orang itu, saya kurang jelas liat namanya, kalau sy ga salah mungkin SURURI kah? Kurang jelas pokoknya.
    Saya tidak menuduh orang tersebut ambil, atau dia tau kalau saya ketinggalan handphone tapi tidak beri tahu saya. Namun berdasarkan beberapa fakta di atas kemungkinan tersebut ada, yaitu saya mungkin terlepas disana pas di pemindaian lupa ambil, dia sengaja ga kasih tau karena sentimen sama saya setelah berdebat, waktu saya balik lagi dia senyum-senyum sendiri kayak puas dengan sesuatu. Tapi ini cuman asumsi, saya tidak mau nuduh atau fitnah, tapi cuman keluarkan beberapa asumsi.

    Kemungkinan lainnya saya terlepas ketika saya check in di counter lion air atau pas saya duduk di ruang tunggu, tapi dua kemungkinan ini sangat kecil, karena kalau di lion air, petugas nya akan liat saya naruh handphone, dan kalau di ruang tunggu, saya duduk berhadapan dengan teman-teman saya, tidak ada orang lain di kursi-kursi dekat kami, pas saya meninggalkan teman-teman saya tersebut, persis 6-7 kursi deretan saya kosong, di deretan teman-teman saya juga ada 5-6 kursi kosong, jadi kalau sampai saya naruh di kursi sebelah saya handphone tersebut, pasti di lihat oleh teman-teman saya tersebut karena kami duduk berhadapan.

    Saya sangat mengharapkan agar keluhan saya ini di tanggapi untuk lebih baiknya pelayanan di bandara-bandara lainnya, karena petugas bandara seharusnya melayani palanggan, bukan mempersulit pelanggan, rakyat bayar pajak buat menggaji mereka.

  3. RAY says:

    kalau saya merasa kalau pelayanan yang di berikan oleh karyawan di maskapai loin air kurang baik..karena saya juga pernah diacukan dalam hal pencetakan tiket………..hem……sebel banget rasanya kalau dicuekin seperti itu, semoga saja kedepan pelayanan yang diberikan lebih baik lagi…amin.

  4. Romel enriko says:

    Saya juga bau mengalami soal pemesanan tiket Lion Air,saya booking tiket lewat web Lion Air untuk keberangkatan tanggal 27 april 2013,setelah boking saya di minta untuk melakukan pembayaran paling lambat jam 5 ssore,padahal jam 11.30 tiket ssudah saya bayar melalui internet banking mandiri.. alhasil sorenya aaya lihat tiket saya ddi cancel daan uang saya tidak di kembalikan,,,, nau zubillah padahal itu tiket saya pesan 2 untuk keberangkatan istri saya dengan mertua saya…. sampai saya kehilangan semuanya dan keberangkatan pun g tau kpan lagiiii…..

  5. LEON SUDIGDO says:

    SAYA MENGIYAKAN BILA MASKAPAI LION AIR SUNGGUH MENGECEWAKAN KARNA SAYAPUN MENGALAMI YANG PERNAH ORANG ALAMI, YAITU TAS KOPER KESAYANGAN SAYA RUSAK BERAT SAAT SAYA AMBIL SETELAH DARI BAGASI PESAWAT LION AIR, SAAT COMPLAIN KAN KE PIHAK LION AIR KATANYA SURUH NUNGGU PROSES 3BULAN DAN AKAN DIGANTI NAMUN HINGGA 5BULAN MUNGKIN LEBIH TIDAK ADA TINDAK LANJUT LAGI DARI PIHAK LION AIR. AKAN SAMPAI KAPAN KITA MENUNGGU KONFIRMASINYA? PAYAH….

  6. Rosmiarti says:

    saya berangkat dari SUTA menuju padang tgl 08 januari 2014 dgn lion air JT 350 jam 08.10 setelah sampai di Padang waktu saya ambil barang bagasi koper saya yg saya ikat dengan pita tali tas lebar 4 cm sudah hilang ,saya mulai curiga ada yg terjadi setelah sampai dirumah saya buka koper ternyata semua barang saya sudah diacak semuanya yg awalnya isi koper saya tersusun rapi, kain songket rusak dan souvenir dari porselen pecah 3 buah saya yakin ini kerja sama antara petugas pemeriksaan pertama dengan petugas bagasi pelaku sudah bisa dituntut secara hukum, seberapa jauhkah pengawasan dari manager lion air terhadap keamanan da keselamatan barang bagasi penumpang ? saya sangat kecewa dgn pelayanan lion air

Leave a Reply