«

»

Dec
14

Ibu Persit yang Teraniaya


Share on Twitter

Ilustrasi

 

Awal kisah bermula dari awal kami nikah, tidak berapa lama setelah kami menikah suami saya selingkuh untuk yang pertama kalinya. Masalah ini sudah di ketahui oleh atasan suami saya, dan saya hampir saja bercerai…akhirnya atasan suami saya mengambil jalur mediasi agar kami bisa bersatu lagi , bukan hanya berselingkuh tapi gaji yang seharusnya saya terima sebesar 181.000 hanya di berikan 33.000 (saya tau berapa jumlah yang harus saya terima karena, saya kroscek sendiri kepada provost). Karena kasihan akhirnya saya memaafkan kelakuan suami saya, setelah kami bersatu lagi tidak ada perubahan dari tingkah suami saya malah sering sekali tidak memberi nafkah padahal danyon berjanji jika suami saya berselingkuh lagi suami saya akan dipecat.

Beberapa tahun setelah itu tepatnya tahun 2012 ini, suami saya berselingkuh lagi untuk yang kedua kalinya dan parahnya lagi melakukan pengoplosan minyak tanah, saya melaporkan perbuatan suami saya kepada atasannya tetapi tidak ada hasil bahkan saya di hiraukan dan tidak ada satupun atasannya yang memberikan perhatiannya kepada saya.  Malah sebaliknya atasan suami saya melindungi suami saya yang sudah jelas bersalah.

Atasan tersebut hanya bisa bilang “sabar bu” dan yang saya tidak habis pikir seorang ibu danrai mengatakan ”tidak apa-apa melakukan pengoplosan minyak tanah asal tidak diketahui oleh polisi” tidak lama setelah itu seorang danton mengatakan kepada saya “bahwa saya seorang ibu persit akan di mintai uang sewa rumah asrama selama saya masih di asrama dan kalau seorang istri harus mendukung suami, tapi kalau istri makan dari gaji suami, berarti itu kan numpang ” dan mereka bilang “kalau saya berkoar-koar (membicarakan) ini di luar saya akan di usir dari asrama”

Saya sebagai istri dan seorang anggota persit hanya mendapat penghinaan,dan caci maki. “saya dibilang goblok, bodoh, bego dan kamu bukan siapa-siapa “ ujar para atasan suami saya. Kejahatan yang dilakukan suami saya bukan hanya berselingkuh dan melakukan pengoplosan minyak tetapi juga kekerasan terhadap saya, kekerasan yang saya terima tidak hanya ditampar, ditendang, di siram dengan (maaf banget)“tai” ayam. Dan yang terakhir ini pada tanggal 15-7-2012 saya ditendang, dilempar dan diseret. Sudah mulai bulan april 2012 sampai saat ini tidak memberi nafkah 1 sen pun, padahal atasan suami pun tau kalau saya tidak di beri nafkah tapi mereka bilang “sabar bu” dan tanggal 9 april 2012 lalu saya menghadap intel untuk memintah nafkah dan sang intel itu pun berjanji akan di antarkan jam 1 siang, tp ternyata itu hanya tipuan belaka sampai saat ini saya tidak menerima 1 sen pun.

Saya ingat sekali waktu dulu selingkuh pertama danyon bilang jika terjadi perselingkuhan lagi suami saya akan dipecat, tapi sekarang untuk yang kedua kali seorang intel berbicara “bahwa danyon yang lama pindah dan sekarang diganti danyon baru dan janji itu semua tidak berlaku lagi”. Saya sebagai istri di jadikan apm saja karena bukan hanya sekali tidak memberi nafkah, ini sudah terjadi berkali-kali bahkan sejak kami menikah. Dan 1 lagi masalah, suami saya dengan saya diberi uang untuk anak masukan SMP malah di bayar separuhnya, dan separuhnya lagi tidak tahu di kemanakan dan dana kematian ayah saya pun dia makan. Karena itu semua maka pada tanggal 6-9-2012 saya terpaksa meninggalkan asrama karena takut disuruh bayar uang sewa rumah asrama, bagaimana saya mau bayar uang sewa rumah asrama yang untuk di makan saja saya tidak punya.

Dari mulai bulan 4 sampai bulan 9 yang menghidupi semua mulai dari makan sehari-hari hingga transport sekolah semua anak itu saya, parahnya hari raya dan kenaikan kelaspun suami saya diam saja. Saya hidup dari uang saya bukan dari gaji suami, bahkan suami saya pernah menyuruh saya untuk menjual amunisi, tentara apa itu??menyuruh istri menjual amunisi. Saya bingung harus mengadu ke siapa lagi karena saya merasa kasus saya tidak ada keputusan, kasus ini di peti es kan.

Apakah ini yang akan di jadikan contoh dan di anut untuk anggota???seharusnya mereka sadar mereka adalah seorang pemimpin yang seharusnya wajib memimpin anggotanya ke jalan yang lurus, tapi apa??sekarang suami saya bisnisnya bertambah besar dan ber drum-drum minyak tanah, lalu kemana saya harus mengadu? Dan salahkah saya jika saya meminta suami saya untuk berhenti melakukan bisnisnya tersebut???pemimpin harus menegur tegas anggotanya bukan malah mendukung anggotanya yang melakukan kesalahan (tidak benar). Inilah kisah hidup saya, saya memohon pertolongan kepada semua yang membaca ini agar kasus saya cepat selesai.

RETNO SUSILOWATI
ASR.YON ARHANUD SE-15 RT/RW :006/010
KELURAHAN JATINGALEH KECAMATAN CANDISARI
KOTA SEMARANG JAWA TENGAH, 50254.
Indonesia

*[Sudah dilaporkan ke pihak terkait pada 14 Desember 2012]

Share on Twitter

Pengaduan Terkait:

  1. Kekerasan Dalam Rumah Tangga
  2. Kekerasan di depan Anak

4 comments

  1. riyani says:

    ya ampun….ko bisa ya para atasan berbicara seperti itu….mau jadi apa bangsa kita, kalau atasan menutupi semua kesalahan para anggotanya?? saya turut prihatin terhadap keadaan ibu…sabar dan tetap semangat ya bu menghadapinya…saya doakan semoga masalah ibu cepat selesai dan itu suami ibu semoga cepat dapat hukuman.

  2. desy natalia says:

    yg sbar ya bu,,,,ni smw mngkn cobaan,,,pasti suatu saat,ibu dapet berkh dri cobaan yg ibu alami,

  3. kiansantang raden says:

    coba ibu laporkan aja suaminya ke polisi militer biar nanti mereka yg nanganin dan jelaskan permasalahannya yg sebenarnya kalo gak lapor kebagian ankum bu….

  4. Henny says:

    Kasian dech, aparat cuman magambut koq…

Leave a Reply