«

»

Jan
09

Masih banyak warga yang belum bisa membuat E-KTP


Share on Twitter

Ilustrasi

Masih banyak warga yang belum bisa membuat E-KTP Pada tanggal 26 Desember 2012, Bapak Camat Ratatotok, kab. Minahasa Tenggara – SULUT (Bapak Yani Rolos, SE), di gedung Gereja GMIM EFRATA Ratatotok. Beliau mengumumkan/memberitahukan akhir pembuatan e-ktp jatuh pada tgl 31 desember 2012. Jadi dihimbau kepada masyarakat yang belum membuat e-ktp, segera melakukan pemotretan di kantor kecamatan sebelum tgl jatuh tempo

Pada hari Kamis 27 Desember 2012 masyarakat Ratatotok yang belum membuat e-ktp, berbondong-bondong ke kantor kecamatan, termasuk kedua orangtua saya, tapi kami sangat kecewa karena kami sudah berjam-jam menunggu giliran utk di potret, dan pemotretan itu tidak bisa karena sistemnya bermasalah. Itu kata pegawai kecamatan, dan pegawai kecamatan menyuruh kami utk balik lagi besok hari jumat pkl 13.00.

Dengan hati yang kecewa kami pulang ke rumah masing2, besoknya hari jumat pkl. 13.00 kami balik lagi dan kami berharap sistemnya sudah bisa berjalan dengan baik, tapi ternyata kami sudah berjam-jam menunggu kantor camat itu masih tutup, dan saya berinsiatif utk menelpon pegawai kecamatan itu dan menanyakan soal pembuatan e-ktp itu.

Tapi jawaban pegawai tersebut, katanya sistem sudah diblokir, jadi tidak bisa melakukan pemotretan untuk pembuatan e-ktp, kalau mau membuat e-ktp silahkan pergi ke kantor CAPIL di kabupaten.Terus terang kami kecewa dengar jawaban itu, karena kami tau jarak dari desa kami ke kantor CAPIL sangat jauh dan kami harus mengeluarkan ongkos jalan dan makan.

Saya juga bingung kenapa di kabupaten sistemnya bisa berjalan dengan baik tapi di kecamatan system sudah di blokir, seharusnya pemerintah berpikir dengan akal sehat kalau masyarakat ke kantor CAPIL, apakah mereka punya uang? Saya yakin ada masyarakat yang tidak punya uang untuk biaya kendaran dan makan.

Seharusnya petugas yang sudah digaji Negara harus pro aktif untuk melakukan tugas2nya, karna tugas pemerintah salah satunya adalah mendata semua warganya, jadi pemerintah harus menjadi pelayan masyarakat, agar semua programnya bisa berhasil dan sukses, sesuai dengan perintah UU. Kan Negara sudah mengaji pegawai sebagai petugas pencatatan Administrasi Kependudukan sampai semua warga tercatat dengan baik dan punya dokumen yang berkaitan dengan data pribadinya.

Bapak Menteri Dalam Negeri program E-KTP yang bapak canangkan sudah selesai dan sukses pada tgl 31 desember 2012. Itu hanya pendapat bapak saja, sebab buktinya di kecamatan Ratatotok, kab. Minahasa Tenggara masih banyak masyarakat yang belum di data dan mempunyai e-ktp. Bapak Menteri lain juga masalah yang di alami oleh adikku dan suaminya, mereka mau bikin e-ktp tapi mereka tidak punya Nomor Induk kependudukan (NIK).

Padahal mereka sebelumnya punya KTP dan kartu keluarga, mereka sudah ada NIK, tapi disaat mereka mau bikin e-ktp, koq mereka tidak terdaftar dalam sistemnya, jadi ini kesalahan siapakah? Karena mereka juga sudah ikut pemilihan Legislatif, Bupati dan kepala desa, kenapa saat mereka mau bikin e-ktp data2 mereka tidak ada.

Sesuai dengan UU Adminduk, tugas pemerintah salah satunya membuat data semua warga Indonesia dan warga Indonesia yang usia di atas 17 tahun dan yang sudah menikah berhak mendapat e-KTP tanpa di pungut biaya apapun. Dan pemerintah harus menyiapkan semua fasilitas yang berkaitan dgn pembuatan e-ktp di kantor kecamatan, tapi kenapa di kecamatan Ratatotok, sistemnya diblokir dan masyarakat di suruh ke kantor CAPIL di kabupaten? Tentu warga harus menyiapkan dana dulu. Saya juga kuatir ada warga yang tidak pernah keluar kampung dan mereka tidak mau ke kabupaten karena mereka pasti bingung dan takut kesasar.

Tolong Bapak Menteri carikan solusi bagaimana masyarakat yang belum membuat e-ktp ini bisa mendapatkan e-ktp tanpa harus ke kabupaten dan tidak mengeluarkan biaya2. Bapak Menteri saya mewakili masyarakat Ratatotok utk menyampaikan pengaduan ini,sebab mereka tidak tau dimana kepada siapa mereka harus menyampaikan ini, jadi saya sebagai Orang Ratatotok yang sudah tinggal di DKI Jakarta berkewajiban untuk membantu menyanpaikan aspirasi masyarakat di Ratatotok.

Atas kerjasama yang baik serta kepedulian dari bapak Menteri saya mengucapakan terima kasih. Hormat Saya Ellen Pitoi

Ellen Pitoi
Jl. H. Ahmat R, 002/004
Pondok Bambu, Duren Sawit
Jakarta Timur
DKI JAKARTA-Indonesia

 

*[Sudah dilaporkan ke pihak terkait pada 09 Januari 2013]

Share on Twitter

Pengaduan Terkait:

  1. Banyak Kesalahan Pada Isi Identitas e-ktp di Wilayah Kami
  2. e-KTP Tak Kunjung Turun
  3. Keberadaan E-KTP Saya Tidak Jelas
  4. Nomor NIK KTP dan KK Tidak Sama
  5. Banyak Tayangan yang Dikunci (Indovision)
  6. Data eKTP Salah Tidak dapat Kembali
  7. KTP & KK yang Belum Selesai Selama 4 Bulan dan Biaya Rp 300.000
  8. Pegawai E-ktp Tidak Dibayar
  9. Pungli Pembuatan E-KTP
  10. Banyak Jalan Berlubang di Jogja

3 comments

  1. Jeffry says:

    Saya sudah buat KTP di Airmadidi Minahasa Utara Sulawesi Utaratahun 2012, permasahan sampai saat ini saya belum bisa terima karena saya dan istri saya harus mengambil sendiri E-KTP tersebut . Masalahnya sejak April 2012 saya sudah pindah kerja di Jakarta. Alasan harus mengambil sendiri karena harus di “sidik jari lagi”.

  2. alrian marselinus tabesu says:

    Saya juga sudah buat ktp di sonder kab.minahasa sulawesi utara 2012 yang lalu
    Hingga sekarang e-ktp saya belum juga keluar..
    Hingga saya menunda pekarjaan saya…. karena e-ktp saya belum juga keluar..

  3. melina says:

    Kami sekeluarga sudah e ktp di sumatra utara deli serdan
    Hingga skrg e ktp kami sekeluarga blum juga keluar
    Padahal sewaktu hari itu utk foto dan sidik jari petugas kantor
    Camat menyuruh kami mengurus terlebih dahulu kartu keluarga
    Nah, kartu keluarga uda diurus. Skrg setelah foto dan sidik jari
    Sampai skrg blum ada berita mengenai e ktp kami sekeluarga.
    Jadi binggung sebenar nya ada atau tidak e ktp yg tahun lalu kami urus
    Kalau tidak ada kan bisa foto ulang ato sidik jari ulang

Leave a Reply