«

»

Mar
06

Pelanggaran Hak-Hak Konsumen Oleh MNC Skyvision Via Indovision


Share on Twitter
Ilustrasi

Ilustrasi

Saya adalah pelanggan Indovision dengan nomor pelanggan 401000318363 yang merasa telah dirugikan secara materi dan non materi dengan sistem keuangan atau tagihan Indovision serta pelayanan pelanggannya.

Berikut dibawah ini kronologisnya. Pada tanggal 31 Januari 2013 saya melakukan pembayaran untuk tagihan dengan masa service 26-1-2013 s/d 26-2-2013 dikarenakan pembayaran melalui ATM (BCA dan BII) yang saya lakukan pada tanggal 25-1-2013 gagal. Hal ini saya sampaikan kepada pihak Indovision Semarang, disampaikan oleh petugas Indovision di kantor Cabang Semarang bahwa akan disampaikan ke kantor pusat mengenai masalah ini dan saya diminta untuk membayar tagihan sebesar Rp. 217.000,- untuk paket yang saya ambil beserta administrasi.

Dua Minggu setelahnya saya menerima surat tagihan, karena saya tidak ada pikiran macam-macam surat itu tidak saya buka sampai dengan tanggal 25-2-2013. 26-2-2013 pagi saat saya hendak membayar saya membuka surat tagihan tersebut dan tertulis disana tagihan saya sejumlah Rp. 439.000,-, setelah saya baca detailnya ternyata ada tagihan bulan sebelumnya yang “tertulis disana” belum dibayar (tunggakan / transaksi sebelumnya).

Saya berpikir kalau itu adalah efek dari upgrade saya ke Indovision dari Okevision sehingga saya mencoba untuk konfirmasi ke no telpon 021-500900. Jawaban yang saya terima adalah agar saya menghubungi Indovision Semarang karena saya melakukan pembayaran disana. Walau sebenarnya jawaban tersebut sangat tidak masuk akal dan melecehkan saya, tapi sebagai bagian dari itikad baik saya sebagai konsumen tetap saya lakukan pada tanggal 1-3-2013 karena kesibukan saya. 1-3-2013 pagi pukul 08.30 saya pergi ke Indovision Semarang untuk menyampaikan permasalahan saya.

Disana saya diberikan penjelasan oleh CSC kalau pembayaran melalui kantor cabang tidak online sehingga baru masuk (posting) beberapa hari setelah pembayaran dilakukan dan pada system, tagihan saya sudah terkoreksi menjadi 217.000, saat itu juga saya menanyakan mengenai tagihan TVRI reconnecting charge yang seharusnya sudah tidak dibebankan kepada saya karena sekarang saya sudah menjadi pelanggan Indovision (yang sebenarnya juga bukan kesalahan saya, karena pembayaran ATM untuk Indovision failed by system / terblok oleh Indovision sendiri).

CSC menyatakan bahwa hal ini akan segera di informasikan kepada manajemen dan menyatakan bahwa saya tidak perlu membayar biaya ini, sehingga tagihan saya untuk periode 26-2-2013 s/d 25-3-2013 adalah sebesar Rp. 217.000,-. Saya meminta bukti tertulis untuk pengkoreksian tagihan saya, dijawab bahwa semua ini tidak bisa di print di kantor cabang karena hanya system dan tidak dapat dicetak. Saya meminta bukti tertulis lain yang menyatakan bahwa yang saya bayarkan ini sebenar-benarnya tagihan yang harus saya bayar, dengan berbagai alas an permintaan saya ditolak.

Akhirnya karena waktu yang terbatas saya setuju dan membayar tagihan saya. Saat saya membayar tagihan tersebut saya memastikan bahwa saya tidak akan terkena blok layanan dan langkah apa yang harus saya lakukan agar tidak diblok, dijawab oleh inkaso Semarang (sambil menghitung-hitung) bahwa saya tidak akan kena pemblokiran tayangan karena masih di waktu pembayaran tagihan.

Saya pulang setelahnya dan berpikir semuanya sudah selesai. 3-3-2013 pukul 10.00 pagi, anak saya sedang menonton acara favoritnya di Disney Junior tiba-tiba Indovision memblok layanan saya. Awalnya kami pikir kendala teknis, decoder kami restart dan yang keluar di menu acara hanya TVRI.

Anak saya menangis tidak karuan karena memang komitmen di rumah kami bahwa dia bisa menonton acara-acara favoritnya sebelum makan siang dan tidur siang, dimana sebelumnya dia belajar (kalau hari minggu dia belajar mewarnai) dan komitmen saya sebagai orang tua untuk menghadiahinya berupa tayangan film kartun favoritnya.

Semua ini berantakan karena Indovision memblok layanan kami (Yang sudah dibayar langsung ke kantor Indovision, kepada orang-orang Indovision). Saya mencoba menghubungi Call Center Indovision, setelah beberapa kali nada tunggu akhirnya tersambung. Saat saya sampaikan keluhan saya, dijawab “mohon ditunggu sebentar pak sedang kami lihat datanya disistem” sampai kurang lebih 10 menit (total telpon #1 30 menit) akhirnya telpon saya terputus, karena kami menggunakan telpon prabayar.

Saya membeli pulsa lagi untuk mencoba menelpon kembali Call Center Indovision, hal yang sama terjadi lagi dan akhirnya telpon kami terputus lagi. Saya menyerah mencoba menelpon 500900. Saya coba buka facebook dan menyampaikan keluhan saya disana dan mengemail ke email callcenter@indovision.tv setelah itu saya mencoba sms yang merujuk kepada email saya dan post facebook saya. Selama tanggal 3-3-2013 tidak ada reaksi , sehingga saya harus mengajak anak saya jalan-jalan sebagai kompensasi kegagalan saya menyediakan film kartun favoritnya.

Malamnya saya mencoba memasukkan keluhan saya ke rumahpengaduan.com dan bpkn.or.id. Tanggal 4-3-2013, pagi sekitar jam 08.00 saya mendapat sms dari nomor 081519011611 yang isinya mengatasnamakan dirinya Indovision dan meminta saya mengonfirmasi lewat layar TV, karena statementnya tidak masuk akal tidak saya ikuti dan saya pergi ke kantor Indovision Semarang.

Di kantor Indovision Semarang saya sampaikan semua keluhan saya dan direspon dengan pengaktifan layanan saya kembali dalam waktu 3-4 jam (artinya saya dianggap telat melakukan pembayaran, kontras dengan statement inkasonya saat saya menanyakan mengenai pemblokiran dan langkah apa yang harus saya lakukan agar tidak terblokir).

Saya meminta form untuk pengaduan keluhan saya, karena saya merasa benar-benar dirugikan secara materi dan non materi, dijawab oleh CSCnya bahwa form seperti itu tidak ada dan akhirnya saya menulis di sebuah kertas dimana diatasnya adalah pernyataan dari CSC bahwa tagihan saya sudah terkoreksi, saya tidak dikenakan tagihan TVRI reconnecting charge, dan bahwa karena keterbatasan system layanan saya baru dapat dipulihkan dalam waktu 3-4 jam.

Saya meminta agar pernyataan tadi ditanda tangani dan diketahui oleh pimpinan setempat atau yang berwenang, yang dijawab oleh CSC tadi bahwa pimpinan yang in charge untuk hal ini tidak pernah available (belum masuk) pada jam tersebut (09.00 WIB)sehingga CSC itu sendiri yang menandatangani surat tersebut.

Dengan membawa janji bahwa layanan akan diaktifkan dalam waktu 3-4 jam serta pernyataan bahwa saya masih merasa sangat dirugikan oleh kesewenang-sewenangan Indovision yang saya minta untuk di file-in sebagai keluhan pelanggan, saya pulang kerumah. Sesampainya dirumah saya mendapat sms dari Indovision yang berisi “Plg Yth, maaf tayangan Anda terputus, untuk aktivasi mohon segera lakukan pembayaran”.

Sekitar 30 menit dari sms tersebut saya menerima telpon dari Indovision Jakarta yang menanyakan kepada saya beberapa pernyataan dan permintaan maaf atas ketidaknyamanan pemutusan layanan serta bahwa keluhan saya akan dikoordinasikan dengan cabang Semarang dan ditindak lanjuti paling lambat hari ini.

Tapi sampai keluhan ini saya buat tidak ada telpon atau apapun dari pihak Indovision kecuali sebuah reply di Facebook dengan isi yang serupa. Tayangan saya kembali aktif jam 12.00 siang dengan beberapa kali keluar notifikasi tagihan , tapi buat saya itu tidak terlalu menjadi permasalahan. Yang masih menjadi ganjalan di saya adalah apa tindak lanjut Indovision setelah menganiaya hak-hak seorang konsumennya, dan janji-janji manis tim CSCnya.

Dari kronologis diatas ada beberapa poin pelanggaran yang bisa saya rangkum dan beberapa hal yang saya nilai telah dilecehkan oleh Indovision:
1.Indovision secara sepihak memutus layanan tanpa melihat apakah konsumen tersebut sudah membayar tagihan atau belum.

2.Pemutusan dilakukan hari Minggu, tapi tidak ada pelayanan untuk keluhan yang bisa digunakan oleh konsumen pada hari tersebut sehingga konsumen tidak berdaya dan dipaksa untuk tidak dapat menikmati haknya selama 1 hari lebih tanpa bisa membuktikan bahwa tagihannya sudah dibayarkan.

3.Indovision tidak mau (mampu) memberikan bukti tertulis yang valid tentang status tagihan seorang konsumen. Semua hanya berupa omongan dari staf CSCnya.

4.Sistem keuangan Indovision yang sangat tidak efisien terutama dari internalnya, pembayaran di kantor cabang Indovision ternyata bisa memakan waktu s/d 5 hari kalender untuk terposting di dalam system.

5.Surat tagihan dikeluarkan tidak berdasarkan jumlah pembayaran yang sudah dilakukan tapi dilakukan berdasarkan tanggal cetak dimana yang menjadi aneh adalah tanggal cetak tidak memperhitungkan tanggal posting pembayaran dari kantor cabang (jika memang benar tagihan saya terposting).

6.Sistem keuangan Indovision membiarkan seorang konsumen untuk ditagih biaya yang tidak semestinya ditagihkan karena perjanjian awal. (TVRI Reconnection Charge)

7. Indovision tidak memiliki peraturan tertulis (tertera pada website atau billing) yang menerangkan kepada konsumen kapan paling lambat sebuah tagihan harus dibayarkan, apa langkah-langkah yang harus ditempuh seorang konsumen apabila karena force majeure tidak dapat melakukan pembayaran tepat waktu, resiko apa yang diterima seorang konsumen bila melakukan pembayaran terlambat, apa yang harus dilakukan untuk mencegah resiko itu, serta batas waktu paling akhir untuk membayar sebuah tagihan. Penjelasan pada billing sekarang tidak dapat dikorelasikan dengan kondisi yang ada, atau dengan kata lain berbeda.

8.Customer Service Care yang di nomor 500900 tidak dapat menangai permasalahan terbukti dengan lambatnya respond dan merugikan pelanggan karena no telpon 500900 ternyata tidak bebas pulsa atau pulsa local untuk seluruh area di Indonesia sedang nomor telpon CS di cabang Indovision tidak dapat dihubungi.

9.Tidak memiliki sarana pengaduan resmi tertulis berupa form pengaduan di kantor cabang sehingga seorang konsumen tidak dapat mengadukan layanan Indovision secara tertulis.

10.Indovision dengan sengaja atau tidak telah memberikan nomor telpon saya kepada pihak lain yang mencoba untuk mengontak saya. Ini saya nilai telah melanggar privasi saya karena nomor telpon saya hanya diberikan kepada pihak Indovision, bahkan pada facebook saya tidak mencantumkan nomor handphone saya. Untuk hal ini saya menuntut ganti rugi.

11.MNC SKyvision sebagai Group pemilik Indovision telah lalai dalam melaksanakan fungsinya dengan membiarkan Indovision melakukan pemerkosaan hak seorang konsumen dengan:
a.Tidak memberikan perjanjian awal tertulis yang harus disetujui oleh konsumen / calon konsumen
b.Tidak memberikan perhitungan rinci jumlah tagihan yang harus dibayar setiap bulannya oleh seorang konsumen saat seorang konsumen memutuskan untuk menggunakan jasa Indovision
c.Tidak mencantumkan hak dan kewajiban seorang konsumen dalam setiap aplikasi calon pelanggan
d.Tidak memiliki Terms and Conditions, apalagi ketentuan yang berlaku setara antara konsumen dan penyedia jasa.
e.Membiarkan seorang karyawan yang berfungsi sebagai pimpinan untuk tidak berada di kantor menjalankan fungsinya pada jam kerja/layanan yang merugikan konsumen.
f.Tidak memiliki satupun alat yang berfungsi dengan cepat untuk merespon keluhan yang masuk, asumsi lain Indovision mengalami begitu banyak keluhan sehingga kesulitan menanganinya yang berujung pada satu bahwa layanan Indovision sangat buruk (dipandang dari 2 asumsi tersebut) sehingga layanan yang diberikan kepada konsumen jauh dari Iklan-iklannya di media massa.

12.Sebagai Warga Negara Indonesia, saya merasa Indovision telah melecehkan stasiun televisi tertua dan kebanggan Bangsa Indonesia TVRI dengan menjadikan TVRI sebagai satu-satunya chanel yang bisa disaksikan saat Layanan seorang konsumen diblok (hukuman konsumen yang belum mebayar tagihan adalah TVRI), dan bila dilepas bloknya dikenakan beban Rp. 10.000,-. Demikian kronologi keluhan saya terhadap layanan Indovision.

Saya tidak berharap banyak karena saya melihat dari kondisi dilapangan mulai dari pimpinan cabang yang belum masuk jam 09.00 pagi, Nomor telpon saya yang sampai bocor ke pihak luar, ketidak pastian system pembayaran, dan perlakuan semena-mena CSC Jakarta di nomor 500900 saya menilai Indovision sudah tidak mampu memberikan pelayanan yang saya harapkan.

Satu-satunya alasan saya masih menggunakan Indovision adalah karena hanya Indovision yang memiliki hak siar MNC Fashion yang dibutuhkan oleh istri saya. Saya hanya ingin mendapatkan ganti rugi atas semua yang saya derita akibat kelalaian Indovision.

Terima kasih, Arung

 

Arung Priyo Isyadi
Jalan Kyai Mojo Nomor 37, Srondol Kulon, Banyumanik
Semarang, Jawa Tengah. 50263
Indonesia

indovision

 

 

 

 

 

*[Sudah dilaporkan ke pihak terkait pada 6 Maret 2013]

Share on Twitter

Pengaduan Terkait:

  1. Penipuan Oleh Indovision
  2. Keluhan Indovision “Layanan Ini Diblokir”
  3. Penggandaan Tagihan Indovision
  4. Tagihan Indovision Tidak Sesuai dengan Perjanjian Awal
  5. Pelayanan Indovision Sangat Buruk
  6. Kecewa Dengan Pelayanan Indovision
  7. Pelayanan Indovision Sangat Jelek
  8. Indovision Cuma Bisa Menipu
  9. Tayangan TV Kabel Indovision Saya Diblok
  10. Memasang Indovision? Pikirkan 100x Dulu

3 comments

  1. antonius says:

    Mantap komplainnya dan senasib dengan saya
    Yg saya lakukan adalah mengakhiri langganan untuk mengurangi kerugian yg lebih besar terhadap ketidakmampuan meng handling compalin

  2. Arung PI says:

    Yth Admin,

    Mohon permasalahan ini diberi status selesai, maaf bila agak terlambat karena saya kira dari pihak Indovision akan menghubungi rumahpengaduan.com. Masalah ini diselesaikan dengan komitmen resmi dari Indovision melalui Indovision Semarang, dimana telah dilakukan semua:
    1. Sistem Billing yang lebih baik, melalui online dan sms
    2. Pembayaran melalui ATM sudah bisa dilaksanakan dan berjalan baik selama 4-5 bulan ini.
    3. Informasi mengenai hak dan kewajiban konsumen juga sudah sekarang tersedia melalui website resmi Indovision.

    Saya melakukan ini agar semua fair dan berimbang.

    Terima kasih
    Arung

  3. Mayer Saragih says:

    Wah, komplit. Saya sempat berfikir untuk berhenti berlangganan saja. Tujuan berlangganan Indovision adalah untuk menghilangkan stress, tapi yang ada malah tambah stress.

Leave a Reply