«

»

Apr
23

Stop Tindak Kekerasan Pada Anak Pada Program Televisi


Share on Twitter

Ilustrasi

Pada hari Minggu jam 17.30-18.30 WIB, terdapat tayangan reality show yang ada di stasiun televisi swasta Indosiar yaitu Tukar Nasib. Sebuah program reality show yang isinya menukar kehidupan antara si kaya dan si miskin di kehidupan masing-masing selama 2 hari.

Dua anggota keluarga melakukan aktivitas yang tertukar, si kaya melakukan pekerjaan dan aktivitas daripada si miskin dan begitu pula dengan si miskin melakukan pekerjaan dan aktivitas daripada si kaya. Dari tinjauan yang saya amati beberapa episode yang ada memang tampak sekali skenario yang dibuat sehingga memang tidak natural dan tidak tampak realitanya. Sebuah program Tukar Nasib ini padahal memang disuguhkan untuk menyajikan sebuah realita nyata dikehidupan yang sebenarnya.

Pada episode Minggu tanggal 21 April 2013 menayangkan keluarga Bapak Agus Widodo seorang model dan Bapak Supriyanto bekerja sehari-hari membuat stempel. Kedua keluarga tersebut sama-sama memiliki 2 orang anak yang masih dibawah umur (anak-anak). Ada adegan dimana Bapak Agus selaku orang kaya yang bekerja menggantikan Bapak Supriyanto membuat stempel di pinggir jalan ditemani salah satu anak perempuannya. Ketika itu ada salah satu pelanggan yang akan mengambil stempel namun ternyata stempel tersebut salah cetak.

Pelanggan laki-laki berbadan besar itu sontak marah-marah dengan alasan keesokan hari akan dipakai, pelanggan lalu membanting stempel dihadapan bapak Agus dan anak perempuannya dengan marah-marah. Sesungguhnya kejadian dimana pelanggan membanting benda dihadapan anak dibawah umur itu sebuah pelanggaran.

Kejadian tersebut merupakan kekerasan yang seharusnya disitu anak tidak sepantasnya melihat secara langsung. Pada P3 SPS BAB I KETENTUAN UMUM pasal 1 nomor 25 yang menyebutkan “Adegan kekerasan adalah gambar atau rangkaian gambar dan/atau suara yang menampilkan tindakan verbal dan/atau nonverbal yang menimbulkan rasa sakit secara fisik, psikis, dan/atau sosial bagi korban kekerasan”. Setelah meninjau dari pasal diatas bahwa program reality show ini telah melanggar pasal diatas dengan adanya adegan yang menimbulkan rasa sakit secara psikis pada korban dan traumatik dengan adegan kekerasan.

Korban disini adalah anak dibawah umur dengan penggolongan umur dibawah 18 tahun yang seharusnya sudah diatur pada Undang-Undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

 

Eprilliana Ditri Ayu Pamungkas
Kav.Madukismo No: 20 Seturan Depok
Sleman-Yogyakarta,5281
Indonesia

 

 

*[Sudah dilaporkan ke pihak terkait pada 23 April 2013]

Share on Twitter

Pengaduan Terkait:

  1. Kekerasan di depan Anak
  2. Sinetron Dewa 7 Desember Vulgar
  3. Iklan Kartu AS Bikin Takut Anak
  4. Anak Hilang Disembunyikan
  5. Cerita Pagi di TPI Memicu Hal Negatif
  6. Kekerasan,Pemalakan,Jatah Preman,di Indomaret Cimanggis ,Gg Nangka
  7. Pekerja Dibawah Umur
  8. STOP Menggunakan Layanan Operator XL
  9. Pulsa Indosat Selalu Berkurang Pada Saat Pergantian Paket
  10. Terganggu Dengan Tayangan Iklan Cling Pembersih Kaca

Leave a Reply