«

»

Apr
29

Tindakan Semena-mena oleh Bank Mega Syariah Cabang Pulogadung


Share on Twitter

Ilustrasi

Dear, Admin Rumah Pengaduan Disini saya akan mengadukan tindakan semena2 yang di lakukan oleh Bank Mega Syariah Cabang Pulogadung dekat Arion Rawamangun, Sebulan yang lalu saya sudah datang dengan niat baik dan menulis surat permohonan ingin melunasi hutang bank yang saya tunggak, karena saya sudah tidak mampu lagi untuk menjalani cicilan dari bank tersebut saya ingin menuntaskan agar saya tidak terbebani lagi.

Setelah usaha saya bangkrut dan saya tertipu orang yang mengakibatkan semua rencana bisnis saya gagal, saya memiliki sejumlah uang sisa yg saya punya, nilainya di bawah outstanding saya di bank tersebut sekitar 20 %, maka saya mengajukan keringanan untuk melunasi agar saya tidak terbebani.

Namun setelah saya menulis surat permohonan keringanan tanpa alasan yg jelas dan tanpa survey mengenai kondisi nasabah, kepala cabang Bank Tersebut bersama Kolektor yg jelas2 tidak menunjukkan itikad baik dalam menagih, langsung ingin mengancam akan melelang rumah saya.

Padahal setahu saya dari bank harusnya mensurvey langsung mengenai kondisi keadaan nasabah untuk mencari tahu kenapa si nasabah mengajukan surat keringanan, tidak langsung akan mengancam untuk proses lelang, jelas2 ini amat sangat merugikan saya yg sudah mempunyai itikad baik.

Saya tidak tahu lagi harus menempuh jalan apalagi, saya sudah capek dengan kolektor bank tersebut yg terus menekan saya tiada henti. Apakah ini yang dinamakan system syariah ? yaitu menagih dengan cara mengancam dan terus menerus menekan akan memiliki rumah saya, bahkan oknum kolektor tersebut ingin mengambil keuntungan dari kesulitan saya ini yaitu dia ingin memiliki rumah saya….tolong bagaimana jalan keluar dari system Bank yang katanya syariah ?!!

 

Halimah
Jl. Kayu Tinggi Cakung
Jakarta Timur, DKI Jakarta. 13450
Indonesia

 

*[Sudah dilaporkan ke pihak terkait pada 29 April 2013]

Share on Twitter

Pengaduan Terkait:

  1. Pengaduan Bank Mega Syariah
  2. Rumah Akan Dilelang Oleh Pihak Bank Mega Padahal Saya Sudah Mengajukan Pelunasan
  3. Bank Mega Tidak Punya Sikap Toleransi
  4. Bank Mega Keterlaluan
  5. Lagi, Pelayanan Kurir Kartu Kredit Bank Mega Yang Sangat Payah
  6. Keterlambatan Pengiriman Kartu Kredit Bank Mega
  7. Informasi dan Pelayanan Bank Mega Tidak Sesuai Dengan Harapan Pelanggan !!
  8. Penutupan Kartu Kredit Bank Mega
  9. Pelayanan BCA Cabang Rajawali Palembang yang Tidak Memuaskan
  10. Tagihan Kartu Kredit Bank Mega

4 comments

  1. Oktavialina says:

    Ibu saya juga mengalami Hal serupa, Juni 2013 ini ibu sy hendak melunasi kredit dan esok harinya baru diberitahukan bahwa jumlah penalty pelunasan berubah Dari 2x angsuran perbulan yg tertera di perjanjian awal yg sah Oleh materai dan notaris, menjadi 5x angsuran. Kalau bank mega bias merubah keputusan sepihak seperti ini, apakah arti perjanjian yg kita sepakati Di awal dan sah secara hukum???? Kemana kami bs mengadu tindakan semena2 spt ini? Sudah berapa nasabah yg telah menjadi korban ? Kalaupun Ada perubahan kebijakan, seharusnya itu berlaku kedepan BUKAN kebelakang. Tolong kami…..

  2. okto says:

    Nasib andaa samaa sepertii ibuu sayaa….
    bank mega selalu lelang dan lelang
    Padahal disini ibu sayaa ditipuu….
    Padahal кЇτα masih berupayaa membayar hutang tɑ̤̈ρȋ̝̊ bank mega tidak peduli mereka ѕℓαℓυ bilang akan dilelang
    Bahkan pernah mereka langsung datang krumah sya dan bilang rmah saya akan ∂ι̥
    plank hari ι̥
    †ΰ juga….
    Mereka Ĵǜƍª blangg kalaupun lewat jalur hukum ibu saya pasti kalah
    Maklum ibu saya orang yang ƍªαᴷκ̣̝̇
    ngerti apa2 dy akhirnyaa hanya ßϊśå nangis dan mnta keringanan †̥
    яΰZ̲z̲ barang2 drumah sya ddbawa sbgai jaminan….
    Dan lagi selama penyicilan hutang ibu saya tidak pernah dikasih kwitansi …. Jika diminta pasti bilangnya nanti … Tapi ɑρα….
    Buat siapaapun mending tdak usah berurusan dngan baank ini…. Entah bank yang kejam sperti ini akan berjaya sampe Ҝαρǎη…. Karna bnyak orang yang tertindas..karna banknya anak singkong ini….
    Hanya Tuhan yang berkuasaa akan semua ini…
    Sya sama ibu sayaa hanyaa bisaa pasrah samaa Alloh smogaa diberikan keajaiban agar bsa lepas dari kekejaman bank ini …

  3. ikhsan620 says:

    Sama dengan apa yang kami alami, padahal kami sudah beri’tikad baik; walaupun banyak kendala dan musibah yang kami hadapi namun tetap berusaha untuk menunaikan kewajiban kami selaku nasabah sebagaimana Fatwa Dewan Syari’ah Nasional No. 48/DSN-MUI/II/2005 Tentang Penjadwalan Kembali Tagihan Murabahah dan Fatwa Dewan Syari’ah Nasional NO. 47/DSN-MUI/II/2005 Tentang PENYELESAIAN PIUTANG MURABAHAH BAGI NASABAH TIDAK MAMPU MEMBAYAR. Namun pihak bank menganggap bahwa Fatwa Dewan Syariah tidak berlaku di Bank Mega Syariah, sehingga solusi mereka tidak ada selain selalu mengancam akan MELELANG JAMINAN jika tidak membayar angsuran selama 3 bulan.

    Cukup kami yang telah mengalami penindasan dari Bank Mega Syariah. Kami menghimbau seluruh rakyat Indonesia untuk JANGAN SEKALI-KALI berhubungan dengan Bank Mega Syariah, kecuali Anda ingin tersiksa!

    Salam Indonesia.

  4. aguspriadi says:

    kasus yang anda alami sebenarnya bentuk dari kedzaliman dari pihak manajemen BANK MEGA SYARIAH itu sendiri yang notabene adalah sebuah perbankan SYARIAH, dimana msh secara global mengadopsi kebijakan konvensional, atau justru lebih parah dari itu. jangankan anda sebagai nasabah dengan itikad baik untuk menyelessaikan masalah, saya pribadi selaku mantan karyawan BANK SYARIAH itu sendiri diperlakukan Dzalim, dmn kami diharuskan bekerja dengan jam kerja diluar toleransi, dan saya suah meengabdi selama hampir 6 tahun di BANK tersebut, hasil yang saya dapatkan sebuah pernghargaan yang sangat manusiawi, berupa kasus yang sengaja dibuat agar saya diposisikan bersalah oleh pihak manajemen terutama IC (Internal Control) dan diwajibkan mengundurkan diri tanpa imbalan jasa 6 tahun saya, jangankan imbalan jasa 6 tahun, gaji saya saja tidak dibayarkan dengan alasan mengganti kerugian perusahaan (walau sepeser pun uang perusahaan tidak pernah saya ambil). setelah itu diperparah dengan disebarkannya isu yg kurang menyenangkan dikalangan reekan BANK lainnya, agar saya tidak hijrah ke BANK lain. setelah itu, JAMSOSTEK saya juga dibuat sengaja tidak diclosed agar tidak bisa saya ambil. saya hanya bisa tersenyum dan berdoa semoga kita semua iberi kesabaran. semoga ALLAH SWT memberikan jalan terbaik bagi kita, ALLAH memberi rezeki, an ALLAH jugalah nanti yang akan mencabut rezeki itu. Saya juga mendapatkan support ddari nasabah2 yang saat ini alhamdulillah telah mempercayai saya. LANJUTkanlah KEDZALIMAN itu.

Leave a Reply