«

»

May
08

Pemerintah Banyak Melanggar Mengenai Aturan Tenaga Kerja


Share on Twitter

Ilustrasi

 

Saya pernah mendengar keluhan dari kerabat saya, beliau telah bekerja selama 7 tahun sebagai anggota satpol pp kota medan, bercerita tentang jam kerja satpol pp. Waktu kerjanya mulai jam 6 pagi sampai jam 6 sore setiap hari, bahkan bisa lebih, kadang jam 6 pagi sampai jam 10 malam lalu di pagi hari masuk kerja lagi.

Libur hanya sekali dalam seminggu. Anggota satpol pp tersebut menjalani waktu kerja lebih dari 60 jam dalam seminggu dan tidak ada uang lembur untuk kelebihan jam kerja, padahal didalam UU tentang tenaga kerja bahwa waktu kerja tidak boleh lebih dari 40 jam dalam seminggu.

UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 77 ayat (2) menetapkan bahwa waktu kerja meliputi: (a) 7 jam dalam sehari dan 40 jam dalam seminggu untuk 6 hari kerja dalam seminggu; atau (b) 8 jam dalam sehari dan 40 jam dalam seminggu untuk 5 hari kerja dalam seminggu.

Cerita yang saya dengar bahwa mereka dibawah tekanan dan ancaman dipecat, karena statusnya hanya tenaga kontrak dan bisa diberhentikan kapan saja dalam surat perjanjian, bahkan bagi yang berstatus PNS boleh bekerja sesuka hatinya, seharusnya satpol pp yang berstatus PNS yang harus bekerja lebih, karna PNS adalah abdi negara dan berpenghasilan lebih layak daripada tenaga kontrak tersebut.

Mereka karena tidak tahu mau mengadu kemana, padahal cukup tinggi resiko pekerjaan di lapangan yang mereka hadapi. Dalam hal ini saya melaporkan karena status tenaga kontrak di satpol pp artinya outsourcing dan digaji 1,4 jt perbulan tanpa uang lembur, gaji tersebut masih dibawah UMK kota medan 1,65 jt perbulan.

Lain hal seperti abdi negara (TNI/POLRI/PNS) yang memang harus wajib mengabdi dan sudah berpenghasilan lebih layak (uang makan + remunisasi + dll) dibanding satpol pp kontrak tersebut. Seharusnya mereka diberikan mereka penghasilan yang sesuai dengan jam kerja dan resiko kerja mereka, bila perlu samakan dengan penghasilan PNS walaupun tetap dengan status tenaga kontrak, jiika anggaran tidak memadai maka jangan tekan mereka, karna mereka juga memiliki hak-hak sebagai tenaga kerja.

Sungguh miris mendengarnya, beginikah wibawa pemerintah daerah? Lalu ditengah upaya pemerintah melindungi tenaga kerja tetapi pemerintah sendiri melanggarnya. Selamat hari buruh (1 mei).

 

*[Sudah dilaporkan ke pihak terkait pada 8 Mei 2013]

Share on Twitter

Pengaduan Terkait:

  1. Kecewa Dengan Pemerintah
  2. Penegak Hukum Justru Melanggar Hukum
  3. Masih banyak warga yang belum bisa membuat E-KTP
  4. Penipuan Lowongan Kerja Perusahaan di Daerah Manggarai Jakarta Selatan
  5. Banyak Kesalahan Pada Isi Identitas e-ktp di Wilayah Kami
  6. Banyak Tayangan yang Dikunci (Indovision)
  7. Banyak Jalan Berlubang di Jogja

3 comments

  1. Michelle says:

    Perusahaan di Ruko Plasa Pasifik Pekerjakan Buruh dari 08.00 WIB – 21.00 WIB

    JAKARTA – Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono didesak para buruh untuk segera mencopot Mujiyono dari Jabatan Kepala Sudin Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Utara. Desakan itu tak lepas dari berlarut-larut banyaknya perusahaan di komplek Ruko Plaza Pasifik, Jalan Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara yang telah mempekerjaan buruh/karyawan 10 jam hingga 13 jam sehari tanpa ada tambahan upah lembur.

    Para buruh yang berkumpul di Ruko Plaza Pasifik menyampaikan kekesalan mereka terhadap Kepala Sudin Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Utara. “Pengawasan dari Sudin mana ?, dia sudah tahu karyawan dipekerjakan oleh pengusaha dari jam 08.00 Wib hingga 21.00 Wib, tetapi membiarkan saja dan tidak ada tindakan apa apa kepada para pemilik perusahaan, “ujar para buruh.

    Kami sangat berharap kepada Walikota untuk mencopot Ka.Sudin (Kepala Sudin Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Utara-red) karena tak becus bekerja dan telah berpihak kepada pengusaha. Semoga dia segera diganti dengan pejabat baru yang kinerjanya pro buruh dibuktikan dengan pengawasan. Jika Walikota tak mencopot Sudin, kami akan terus meminta Gubernur DKI yang mencopotnya, ujarnya.

    Sementara hasil pantuan wartawan di Ruko Plaza Pasifik, Jalan Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara para karyawan masih beraktifitas hingga jam 12.00 WIB. Puluhan kendaraan roda dua para milik karyawan segaja diparkir didepan kantor. Ditengah malam itu, juga masih terlihat truk pengangkut barang masih masuk kantor. Suasana aktifitas pada tengah malam sudah lama berlangsung di Komplek Ruko Plasa Pasifik tersebut.

    Menurut salah seorang Pengamat Ketenagakerjaan Indonesia, Heri Aryanto, S.H., ketentuan yang mengatur mengenai jam kerja atau waktu kerja di dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UUK”) dari Pasal 77 sampai dengan Pasal 85. Di dalam Pasal 77 ayat (2) dikatakan dan diatur bahwa waktu kerja meliputi, yakni : (A). 7 jam 1 hari dan 40 jam 1 minggu untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu; atau. (B). 8 jam 1 hari dan 40 jam 1 minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu.

    Kata Heri , pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh melebihi waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (2) harus memenuhi syarat: (A). ada persetujuan pekerja/buruh yang bersangkutan; dan, (B). waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 3 jam dalam 1 hari dan 14 jam dalam 1 minggu. Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh melebihi waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib membayar upah kerja lembur.

    Untuk dasar dasar hukum, Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Peraturan Meteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor: PER-15/MEN/VII/2005 tentang Waktu Kerja dan Istirahat Pada Sektor Usaha Pertambangan Umum Pada Daerah Operasi Tertentu, dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi RI Nomor: KEP. 102/MEN/VI/2004 tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur. (red/jko)

  2. putra says:

    saya bekerja di bank BRI . tp hnya sebagai penjaga malam Bank BRI unit…..apa kah d boleh kan kami bekerja 12 jm selama 30 hari tanpa ada libur….dan upah kerja cuma 2jt….sya tdk menyalah kan sebuah gaji tp hany ingin ada perubahan dlm jm kerja saya.klo bsa ada penggantinya untuk sabtu malam dan minggu malam..ean ada tenaga penggantiny yg bsa menggantikanya.mhon bapak bsa mempertimbangkanya.

  3. yudi grande timor says:

    Perusahaan kami bergerak d bidang distributor suplier kopi ternama ,jam kerja tidak sesuai dengan kontrak kerja awal yaitu:08.00s/d16.00wib..tpi stelah sya bekerja mulai 08.00s/d20.00 dan hanya mndapat uang tambahan 7500 saja ,bila pulang d bawah jam 20.tidak dpat bayaran apa-apa dan mendapat teguran.apakah instansi tmpat saya bekerja melanggar mohon informasinya terimaksih

Leave a Reply