«

»

May
30

Etika Buruk Penagihan Kartu Kredit Bank Mega


Share on Twitter

kta-kartu-kredit-mega

Dengan ditulisnya surat ini, kami ingin menyampaikan keluhan dan kekecawan kami atas pelayanan penagihan kartu kredit Bank Mega. Saya merasa terganggu dengan bagian penagihan yang menagih dengan etika yang buruk. Selama 2 bulan terakhir saya telah ditelepon oleh staff yang mengaku bernama Felix dan dengan menggunakan lisan yg cukup buruk (bahkan dengan sebutan kata-kata kasar).

Buruknya lagi, staff tersebut menelepon saya secara bertubi-tubi bahkan dengan intensitas sehari mencapai 10 kali lebih. Padahal saya sudah beritikad baik akan menyelesaikan nya. Tapi gangguan ini terus datang kepada saya dan rekan-rekan kerja yang lain. Singkatnya rekan saya tidak ada hubungan nya dengan masalah hutang saya.

Bahkan dia mencoba untuk berbicara langsung dengan atasan saya. Apakah ini cara Chairul Tanjung merekrut karyawan yang tidak memiliki etika dalam penagihan melalui telpon sebagaimana ditulis oleh peraturan Bank Indonesia. Dan masalah selanjutnya adalah mengenai total hutang saya di Bank Mega yang dimana besar nilai hutangnya bisa berbeda-beda. Saya telah datang ke Cabang Bank mega terdekat dan mereka menyampaikan bahwa total hutang saya sebesar Rp. 16.100.000.-.

Kemudian saya disuruh datang ke Mega Card center Setiabudi, dan mereka menyampaikan bahwa nilai hutang saya sebesar Rp.20.000.000. Hanya beberapa jam berselang apakah mungkin hutang saya langsung bertambah Rp.3.000.000.-??? Sungguh aneh dengan sistem komputerisasi mengenai hutang nasabah yang tidak begitu transparan.

Setelah saya dari setiabudi kemudian saya di pingpong ke Collection Dept. di Gd. Multika Mampang Prapatan. Setelah saya datang kesana, betapa kaget nya saya setelah mereka menginformasikan bahwa hutang saya adalah sebesar Rp.30.000.000. Sungguh buruk sekali Citra Bank Mega yang tidak begitu bisa dipercaya dalah mengelola hutang nasabah. Apakah hutang-hutang nasabah yang macet selama ini dilelang kepada pihak ketiga?

Mengapa tidak ada nilai yang pasti dan perhitungan yang transparan mengenai tagihan nasabah. Saya beritikad baik untuk menyelesaikan hutang saya dan bermaksud meminta dispensasi atas seluruh tagihan saya serta besarnya total tagihan saya yang real. Saya berencana untuk mereschedule dan mencicil semua tagihan saya sesuai dengan kemampuan saya.

Dan saya ingin agar dikemudian hari, masalah tersebut tidak timbul kembali setelah pelunasan saya selesai dibayarkan. Mengingat banyak pengalaman nasabah yang lain, merasa dirugikan dengan sulitnya mendapatkan surat lunas padahal pembayaran telah dilunasi. Tapi pihak collection selalu mepingpong dan mempersulit untuk dikeluarkan nya surat pelunasan.

Saya mohon kerjasamanya pihak Bank Mega agar masalah ini segera terselesaikan. Terima kasih atas perhatian dan kebijaksanaannya.

 

*[Sudah dilaporkan ke pihak terkait pada 30 Mei 2013]

*[Sudah ditanggapi oleh pihak terkait pada 23 Juli 2013]

Share on Twitter

Pengaduan Terkait:

  1. Penagihan Kartu Kredit Bank Mega yang Kasar dan Tidak Menyenangkan
  2. Penagihan Kartu Kredit yang Sudah Ditutup serta Perlakuan Kasar Bank Mega
  3. Penagihan Iuran Kartu Kredit Bank Mega yang Sudah Saya Lunasi dan Blokir Setahun Lalu
  4. Billing Statement Kartu Kredit Bank Mega Tidak Dikirim
  5. Etika Penagihan Kartu Kredit BNI
  6. Keterlambatan Pengiriman Kartu Kredit Bank Mega
  7. Penumpukan Jumlah Hutang oleh Bank Mega
  8. Tagihan Kartu Kredit Bank Mega
  9. Iuran Tahunan dari Kartu Kredit Bank Mega yang Sudah Ditutup dan SMS Kasar
  10. Penutupan Kartu Kredit Bank Mega

3 comments

  1. thata A says:

    Hari ini saya ingin menyampaikan keluhan dan kekecawan kami atas pelayanan penagihan kartu kredit Bank Mega. Saya merasa terganggu dengan bagian penagihan yang menagih dengan etika yang buruk. Selama 2 bulan terakhir saya telah ditelepon oleh staff yang mengaku bernama Felix dan dengan menggunakan lisan yg cukup buruk (bahkan dengan sebutan kata-kata kasar).sampai diminta untuk sumpah atas nama tuhan segala

    orang tersebut yang mengaku sebagai Felix tersebut menelepon saya secara bertubi-tubi bahkan dengan intensitas sehari mencapai 10 kali lebih. Padahal saya sudah beritikad baik akan menyelesaikan nya. Tapi gangguan ini terus datang kepada saya dan orang lain yang tidak tau apa2 ( rumah kost saya) .bahkan orang yg tidak ada hubungan nya dengan masalah hutang saya di merasa di teror .

    Bahkan sampai akhirnya hari ini gantilah namanya menjadi Joni dia mendapatkan nomor hp saya yang pribadi dengan cara menelpon ke kantor lama saya tetapi bilang dari yayasan . akhirnya saya pun menyatakan pertanyaan juga “Apakah ini cara Chairul Tanjung merekrut karyawan yang tidak memiliki etika dalam penagihan melalui telpon sebagaimana ditulis oleh peraturan Bank Indonesia. ”
    Dan masalah selanjutnya adalah mengenai total hutang saya di Bank Mega yang dimana besar nilai hutangnya bisa berbeda-beda.
    saya tanya dan datang langsung ke bank mega terdekat ternyata data nya sudah tidak di temukan , hal ini terjadi karena hari ini saya dipaksa untuk membayar hutang yang 2 tahun lalu sudah di tutup sebesar 7 Jutaan , kemudian turun menjadi 3,250.000, kemudian saya diminta untuk DP 500.000 per hari ini 7 juni 2013 . akhirnya saya datang ke Bank mega dengan bekal nomor kartu kredit yang dikatakan “joni ” saat saya akan membayar pihak teller memberitahukan bahwa ini adalah Mega Carfur , saya kaget , karena saya inget betul cc Mega carfur saya limitnya hanya 3 juta , dan kemudian saya tanyakan lagi ke Debt colector tersebut kenapa memberikan nomor Mega carfur padahal dia menyatakan bahwa untuk membayar kartu Visa Mega , masih di dalam kantor bank mega menara ravindo , dia lalu telp lagi dan menyatakan bahwa saya benar mempunyai tagihan sebesar 7 juta untuk Mega Carfur dan sebesar 21 juta untuk Visa mega saya , padahal limit cc saya tidak mencapai angka keduanya , saya jelaskan kalo saya ga mau bayar karena tidak merasa mempunyai sebanyak itu , lalu dia menyatakan agar saya tetap membayar sebesar 500 ribu sebagai DP , dan untuk penyelesaian mega carfur nya tgl 26 june harap dilunasi sebesar 2,7juta lalu lunas , dan bisa mendapatkan surat penyelesaian selama 14 hari kerja . sedangkan untuk mega visa, saya diharuskan membayar 10 ,500.000 dengan cara di cicil sampai lunas , hebat yah… mendingan saya berikan untuk ber amal , atau jangan2 di gedung multika ini pegawainya anak yatim semua ya ? Kemudian saya disuruh datang ke Mega Card center di gedung Multika , hanya dalam 1 jam saja berubah nilai tagihan saya , Sungguh aneh dengan sistem komputerisasi mengenai hutang nasabah yang tidak begitu transparan.

    buruk sekali Citra Bank Mega bukan hanya tidak begitu bisa dipercaya dalam mengelola hutang nasabah bahkan informasi detail sampai nama ibu kandung pun di berikan ke yang lain . Apakah hutang-hutang nasabah yang macet selama ini dilelang kepada pihak ketiga?

    Mengapa tidak ada nilai yang pasti dan perhitungan yang transparan mengenai tagihan nasabah. Saya beritikad baik untuk menyelesaikan hutang saya dan bermaksud meminta dispensasi atas seluruh tagihan saya serta besarnya total tagihan saya yang real. Saya berencana untuk mereschedule dan mencicil semua tagihan saya sesuai dengan kemampuan saya.

    Dan saya ingin agar dikemudian hari, masalah tersebut tidak timbul kembali setelah pelunasan saya selesai dibayarkan. Mengingat banyak pengalaman nasabah yang lain, merasa dirugikan dengan sulitnya mendapatkan surat lunas padahal pembayaran telah dilunasi. Tapi pihak collection selalu mepingpong dan mempersulit untuk dikeluarkan nya surat pelunasan.

    saya minta pihak bank Mega melayangkan surat tagiha terbaru lengkap dengan rinciannya dan mengapa bisa terjadi lagi setelah 2 tahun ?.

  2. Gatot Aris Munandar says:

    Perihal : Tanggapan atas pengaduan Bapak Rizal Yusuf

    Redaksi yang terhormat,

    Sehubungan dengan surat di rumahpengaduan.com (30/5), “Etika Buruk Penagihan Kartu Kredit Bank Mega”, yang disampaikan oleh Bapak Rizal Yusuf, kami sampaikan bahwa kami berterimakasih apabila Bapak Rizal Yusuf bersedia datang ke Bank Mega Card Center di Gedung Multika lantai 6 Jl. Mampang Prapatan Raya No.71-73 Jakarta Selatan 12790 untuk membicarakan tagihan yang dimaksud Bapak Rizal Yusuf.

    Demikian kami sampaikan. Terima kasih atas perhatian dan kerja sama rumahpengaduan.com untuk memuat tanggapan kami.

    Hormat kami,

    PT Bank Mega, Tbk

    Gatot Aris Munandar
    Corporate Secretary

  3. agus s says:

    beberapa hari yang lalu, saya mengalami hal yang serupang dengan Bapak Rizal, pagi-pagi tunagan saya di sms dengan kata2 yang tidak sopan oleh pihak penagihan BANK MEGA Makassar ” Mba tolong di kastau itu sama tunangan mba..jdi orang jgn suka bohong yah.. tolong tepati janji..bikin malu tau ngga..ini utangx..hrs di byr tau ngga..” itu sms yang dikirim oleh pihak BANK MEGA Makassar ke tunangan saya, menurut rekan2, apakah sms dengan kata2 seperti itu wajar dikirim oleh pihak BANK MEGA Makassar?? padahal BANK MEGA ini bukan perusahaan kecil atau ecek2 yang tidak tau sopan santun, sya sudah berusaha selesaikan dengan baik2 tapi hal ini sepertinya cuma hisapan jempol belaka, saya memang punya hutang tapi tidak sepatutnya pihak BANK MEGA Makassar mengeluarkan kata2 yang seperti itu, apakah karywan/ti BANK MEGA TIDAK BERPENDIDIKAN???
    SAYA SANGAT KECEWA DENGAN BANK MEGA!!!!

Leave a Reply