«

»

Jun
04

  • status pengaduan : Selesai
Perubahan Jumlah Penalty Sepihak Oleh Bank Mega


  • [ Sudah dilaporkan ke pihak terkait pada 4 Juni 2013 ]
  • [ Sudah ditanggapi oleh pihak terkait pada 11 September 2013 ]
Share on Twitter

mega

Ibu saya bernama Any Tresty. Sejak kecil kami ( ibu saya, saya, dan adik ) hidup bertiga. Saya tidak tahu harus bagaimana lagi, semua berawal ketika ibu saya mengalami kegagalan dalam usahanya dan tertipu oleh rekannya.

2 tahun lalu Januari 2011 ibu saya terpaksa mengajukan kredit ke Bank Mega cabang Balikpapan dengan jaminan sertifikat rumah. Semenjak itu rumah saya dijual dan ibu saya pindah ke desa pasuruan bersama saudara yg hanya hidup dari pabrikan. Dan saya menumpang dirumah teman, untuk menghemat biaya.

Selama ini kami membayar cicilan perbulan dari tabungan simpanan saya (anak pertama dari 2 bersaudara) dan dengan meminjam uang dari sahabat dan kerabat. Sampai saat ini kami selalu lancar dalam pembayaran. Sampai bulan juni ini rumah kami akhirnya ada yg berniat membeli walaupun dgn harga yg jauh lebih rendah, yaitu 750juta dari 1m.

Kami berniat menjual dan membayar lunas kredit ke bank mega, karena kami tidak bisa hidup hanya untuk membayar cicilan tiap bulan. Kami memerlukan fresh start memulai semuanya dari awal dengan sisa kira-kira 450juta dari hasil penjualan rumah 750juta. Dan membayar lunas kredit sekitar 250-300juta.

Tapi betapa shocknya kami setelah ada niatan pelunasan dari kami pihak Bank Mega memberitahukan bahwa kami harus membayar penalty sebesar 5x angsuran sementara perjanjian awal yang ibu saya tanda tangani sah dengan materai adalah 2x angsuran. Pihak Bank Mega mengatakan bahwa surat pemberitahuan telah dikirim ke alamat rumah yg di Balikpapan pada bulan Februari, yg kami sama sekali tidak terima ataupun melalui telepon.

Dimana keadilan saat ini? Kalau Bank Mega bisa merubah kebijakan sepihak seperti itu apalah arti surat perjanjian awal bagi kami nasabah? Bagaimana nasib nasabah2 yg juga mengalami hal serupa spt ibu saya? Saat ini saya ibu dan adik sangat memerlukan uang untuk memperbaiki hidup fresh start dan harapan kami satu2nya hanyalah dari hasil penjualan rumah.

Sehingga Adik saya bisa melanjutkan kuliah dan ibu saya tidak lagi sering sakit2an karena tidak stress tiap hari memikirkan cicilan bank. Tolonglah kami ….. Saya dan ibu selama 29bulan ini selalu membayar cicilan. Bunga yg diperoleh Bank Mega pun sudah cukup besar yaitu 21% effective (bukan flat). Bank Mega Mohon bantu kami…

 

Oktavialina
Jl.Gardenia 6 Blok E9
Cikarang Baru, Bekasi. 17550
Indonesia

 

 

*[Sudah dilaporkan ke pihak terkait pada 4 Juni 2013]

Share on Twitter

Pengaduan Terkait:

  1. Penumpukan Jumlah Hutang oleh Bank Mega
  2. Rumah Akan Dilelang Oleh Pihak Bank Mega Padahal Saya Sudah Mengajukan Pelunasan
  3. Pengaduan Bank Mega Syariah
  4. Tagihan Kartu Kredit Bank Mega
  5. Tindakan Semena-mena oleh Bank Mega Syariah Cabang Pulogadung
  6. Penagihan Iuran Kartu Kredit Bank Mega yang Sudah Saya Lunasi dan Blokir Setahun Lalu
  7. Penutupan Kartu Kredit Bank Mega
  8. Bank Mega Keterlaluan
  9. Layanan Kurir Bank Mega yang Sangat Mengecewakan
  10. Keterlambatan Pengiriman Kartu Kredit Bank Mega

10 comments

  1. Moch. Juanda says:

    Sama seperti saya, terkena jebakan pinalty 5X angsuran, padahal perjanjian di atas materai adalah 2X angsuran..
    Sama aja seperti RENTENIR,,

    1. Oktavialina says:

      Iya apa bedanya dgn rentenir kalau spt ini, lebih baik rentenir tiap bulan bs hanya bayar bunga saja… apa jadinya kami orang2 kecil kalau bank mega atau sejenisny bs bertindak spt ini semena2 ? Dimana letak hukum ?

      1. robet says:

        Solusinya ya lapor ke pihak kepolisian sampe mabes polri , LBH. pengadilan ,pers , mahkamah agung dalam waktu secepat2nya .kan itu merasa ditipu dan menyimpang dr perjanjian.

  2. Gatot Aris Munandar says:

    Perihal : Tanggapan atas pengaduan Ibu Oktavialina (Ani Tresty)

    Redaksi yang terhormat,

    Sehubungan dengan surat di rumahpengaduan.com (13/5), “perubahan Jumlah Penalty Sepihak Oleh Bank Mega”, yang disampaikan oleh Ibu Oktavialina untuk nasabah a.n Ani Tresty, kami sampaikan bahwa kami telah menjelaskan kepada beliau dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami.

    Demikian kami sampaikan. Terima kasih atas perhatian dan kerjasama rumahpengaduan.com untuk memuat tanggapan kami.

    Hormat kami,

    PT Bank Mega, Tbk

    Gatot Aris Munandar
    Corporate Communication

  3. Danny says:

    Sama, saya juga kejebak 5 kali angsuran penalty, dan lagi proses pengaduan ke PIHAK MEDIASI BANK INDONESIA, dan lagi diproses oleh pihak investigasi BI.

    Minggu depan saya dipanggil oleh pihak BI utk ketemu pihak bank mega mengenai persoalan ini.

    Padahal bank mega sudah mengeluarkan surat konfirmasi pelunasan, dan mereka seenak jidat merubahnya.

    buat kita kita yang tertipu, buat apa bayar notaris mahal mahal tapi tidak ada gunanya.

    selain itu saya melihat, materai GARUDA PANCASILA kita yang ditanda tangani oleh pihak bank mega adalah sampah, jangankan menghormati kita kita yang tertipu, lambang negara saja tidak DIHORMATI.

    1. oktavialina says:

      mohon maaf bapak dani, kira2 mungkin bs share contact person utk info kelanjutan investigasi soal penalty bank mega. terima kasih sebelumnya.

    2. oktavialina says:

      kpd mas/pak danny kiranya mungkin bisa share contact kpd kami untuk info lebih lanjut mengenai ini- bs hub saya 085888777451. terima kasih byk sebelumnya semoga kita bisa saling membantu kita2 yg tertipu.

  4. oktavialina says:

    ini sebenarnya benar2 ditanggapi apa tidak keluhan kami? karena di atas tertera sudah di tanggapi dan konfirmasi kepada yg bersangkutan, sementara pada kenyataannya saya sebagai pihak yg melapor sama sekali tidak menerima “Sehubungan dengan surat di rumahpengaduan.com (13/5), “perubahan Jumlah Penalty Sepihak Oleh Bank Mega”, yang disampaikan oleh Ibu Oktavialina untuk nasabah a.n Ani Tresty, kami sampaikan bahwa kami telah menjelaskan kepada beliau dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami”

  5. asmar efendi says:

    Betapa teganya Bank Mega terhadap nasabahnya
    ternyata banyak nasabah yang sudah dibohongi seperti saya
    tolong bagi sodara sodaraku yang sudah bisa keluar dari jeratan Bank Mega saya dibantu

    saya nasabah Bank Mega cabang Tegal Jawa Tenga

  6. malvin solo says:

    wah wahh..apakah benar itu semua tentang penalti..
    ibu saya ini juga ada rencana pelunasan tapi setelah saya baca komentar diatas..
    kalau seperti itu bagaimana ya untuk meminta hak kita sesuai perjanjian awal..bukankah itu yang berlaku??
    ibu saya gak pernah juga terlibat hutang dg bank dulunya, sampai suatu ketika uangnya ditipu sama orang judulnya investasi..nah setelah itu ibu saya bingung mencari pinjaman bank dikarenakan di negeri ini yg boleh berhutang dg nominal lumayan besar(50jt) di bank besar(BNI, BRI dll) adalah pns dan sejenisnya padahal ibu saya penghasilannya perbulan juga stabil punya usaha sendiri jualan makanan tapi kenapa bank besar kurang percaya dengan usahawan kecil..pan kalo bisa meminjang dibank nasional itu bunganya gak sebesar bunga bank swasta lainnya..nah akhirnya dapet bank mega itu deh yang bunganya lebih besar dari bank nasional..sekarang ibu saya berencana ingin melunasi hutangnya inshaallah..tapi setelah saya baca2 komentar tidak hanya artikel ini semua sama mengeluhkan 1hal yaitu penalti..saya jadi bingun bisa apa ibu saya dg hal seperti itu..secara perjanjian dan hukum di negeri ini hanya diliat sebuah tulisan tidak lebih..
    moga Allah memberikan jalan..aamiin

Leave a Reply