«

»

Nov
12

Perhitungan BI Checking di Bank BRI Membingungkan


  • [ Sudah dilaporkan ke pihak terkait pada 29 November 2013 ]
Share on Twitter

BRI

Saya seorang debitur bank BRI mulai november 2012 kebetulan dan merasa sangat tertolong sekali atas pinjaman yang diberikan kepada saya untuk kelangsungan usaha saya di bidang Jasa. Seiring dalam perjalanan usaha kurang lebih satu tahun ini mulai menanjak dan banyak sekali permintaan jasa dari kami, maka saya kembali mengajukan diri sebagai debitur di bank Lain dikarenakan batas pinjaman di BRI sudah maksimal, maka saya memberanikan diri untuk take over ke bank lain dan ditambah beberapa jaminan lainnya yang saya miliki sehingga mencukupi keperluan usaha saya lagi.

namun saat proses menjadi debitur di bank lain tersebut betapa kaget nya saya bahwa di BI checking saya tertera KOL 2 32 hari. saya merasa selalu aktif dan lancar dalam menunaikan kewajiban debitur BRI. lalu saya mencoba mengadukan permasalahan saya tersebut dengan bertanya kepada salah satu pihak yang berwenang di BRI. jawaban yang saya terima hanya ” yang penting jangan sampai terlambat lagi “.

Kronologi :
Jatuh tempo Pinjaman tanggal 29 setiap bulannya. saya membayar tanggal 2 – 10 di awal bulan berikutnya. contoh ; pencairan tgl 29 desember maka jatuh tempo cicilan 1 29 januari – saya membayar cicilan 1 tanggal 2 februari maka jika dihitung keterlambatan hari 3 atau 4 hari. ( dikarenakan pembukuan usaha saya setiap akhir bulan dan bisa mengeluarkan nominal keuangan di awal bulan ). selama setahun ini saya selalu membayar di awal bulan. dan saat BI chek di bank lain tertera kol2 32 hari. yang menghambat proses pengajuan saya di bank lain tersebut. yang saya agak sesalkan dan bingungkan kenapa Hasil BI Chek saya kol2 32 hari. setelah itu saya coba adukan lagi ke bank BRI. kebetulan ada teman semasa SD saya yang di bank BRI dan saya coba menanyakan hal tersebut kepada beliau. dan akhirnya menjelaskan.

Penjelasan : pencairan tgl 29 desember maka jatuh tempo tanggal 29 januari – saya membayar 2 januari maka terhitung bulan januari itu saya tidak membayar / kosong. yang saya bayarkan bulan februari tersebut untuk cicilan ke 2 / bulan februari. dan jika terus seperti itu maka pelaporan kredit / data kredit di BRI di akumulasi selama 1 tahun ini terhitung KOL2 32 hari.

saya masih belum mengerti dengan system Bank BRI tersebut. karena menurut pengalaman menjadi debitur sebelum di bank BRI. saya terlambat 2 – 10 hari setiap bulan pun masih terhitung KOL1 / Lancar. saya menyadari kesalahan saya atas keterlambatan penyetoran bulanan. karena pembukuan usaha saya setiap akhir bulan juga. tapi saya merasa juga keterlambatan penyetoran saya masih dalam batas toleransi di perbankan.

saya juga sudah menanyakan dan menceritakan hal tersebut kepada teman atau sahabat bahkan keluarga saya di perbankan yang bekerja di bank lain. semua menjawab keterlambatan seperti itu masih dalam batas “wajar” yang jelas tidak pernah menunggak sampai 2 bulan atau bahkan lebih.

dampak yang saya alami dengan hal tersebut sangat berpengaruh dalam kelangsungan usaha saya kedepan. dapat di pastikan usaha jasa yang saya geluti ini sekarang “Mati Suri”. karena saya tidak dapat memenuhi pesanan dan permintaan dari client saya berikutnya.

lalu saya juga mendapat Info dari sahabat saya yang kebetulan di BRI untuk pelunasan sisa kredit di kalikan penuh bunga beserta pokok dari total kredit. saya terkaget juga. jadi cicilan yang selama 12 bulan ini saya bayarkan dari total 36 bulan. tidak terhitung bahkan jika saya menulasi 24 bulan berikutnya hasilnya lebih dari total pinjaman saya ?. hal tersebut telah terjadi oleh nasabah BRI selain saya dan telah di muat di surat Kabar harian ” SOLO POS “, bahkan ada juga yang sampai bunuh diri karena hal tersebut. jika memang benar ada aturan baru yang demikian mohon kiranya ada pemberitahuan resmi oleh pihak BRI kepada semua nasabah, bahwa aturan tersebut diberlakukan untuk nasabah lama / nasabah baru / semuanya. jika semuanya mohon di periksa lagi. apakah sudah sesuai dengan SPK ( surat kesepakatan kredit) yang telah di tandatangani oleh nasabah lama. seharusnya pasal tentang pelunasan telah ada di SPK yang di tandatangani. jangan sampai nasabah lama merasa di rugikan. jika tidak ada di SPK maka BRI melakukan keputusan sepihak dan itu tidak dibenarkan di aturan SPK yang telah disepakati dan ditanda tangani oleh nasabah Lama. kenapa juga pihak BRI tidak memberikan berkas SPK kepada nasabah seperti yang dilakukan oleh Bank selain BRI. jadi nasabah benar-benar mengerti dan mengetahui Hak dan Kewajiban Masing-masing.

mohon penjelasan dan tindak lanjut dari pihak Yang Berwenang di BRI menanggapi hal ini. semoga tidak terjadi di nasabah BRI yang lain dan semoga itikad baik saya ini mendapat respon Positif juga dari Pihak BANK RAKYAT INDONESIA. sesuai dengan Slogan ” MELAYANI DENGAN SETULUS HATI ” atas kerjasama dan pengertiannya saya pribadi mengucapkan Banyak Banyak terimakasih.

 

Share on Twitter

Pengaduan Terkait:

  1. Mana Tanggung Jawab BANK BCA
  2. CIMB Niaga X-Tra Dana, Membingungkan dan Tidak Bisa Memberi Kepastian
  3. Restruktur yang di Dapat Dari Bank Mega Sungguh Mengecewakan
  4. Tindakan Semena-mena oleh Bank Mega Syariah Cabang Pulogadung
  5. Keterlambatan Pengiriman Kartu Kredit Bank Mega
  6. Bank Mega Bank Aneh
  7. Bank Mega Keterlaluan
  8. Jebakan Bunga 0% Bank Bukopin di Perfect Health Jakarta
  9. Tagihan Okevision yang Membingungkan
  10. Free Annual Fee Kartu Kredit Bank Mega Apakah Jebakan Belaka?

Leave a Reply