«

»

Dec
01

Hati-Hati Membeli Rumah di Purimas


  • [ Sudah dilaporkan ke pihak terkait pada 23 Januari 2014 ]
Share on Twitter

puri mas

Tanggal 21 Juli 2013 saya memutuskan membeli rumah di perumahan Purimas yang terletak di Rungkut Surabaya. Saya membeli Rumah type 72/39 dengan harga 648 juta melalui KPR. Karena mereka bekerja sama dengan bank BII, jadi saya juga harus memproses KPR saya di bank BII. Hari itu ada acara Open House di daerah pelataran Purimas dan hari itu juga saya memutuskan untuk membayar UTJ 15 juta karena hari itu hari terakhir mendapatkan promo diskon 10 juta dan undian berhadiah langsung yang akhirnya saya mendapatkan 1 unit AC.

Setelah itu saya lanjut menyerahkan berkas-berkas saya untuk diproses KPR. Pada saat Open House saya di yakinkan Marketing Purimas dan Supervisor Marketingnya bahwa KPR saya pasti disetujui. Pada saat itu juga ada Marketing dari Bank BII Cabang Jemursari Surabaya ikut dalam pembicaraan kami. Akhirnya saya menyetujui semua persyaratan dengan mengajukan DP sebesar 20% dari Harga Rumah KPR. DP dapat dicicil 3x selama 3 bulan.

Pada perjanjian awal memang ditulis jika permohonan KPR ditolak dari bank, maka UTJ sebesar 15jt akan hangus dan setiap pembayaran yang sudah masuk ke Developer akan di potong 15% untuk PPN dan PPH. Setelah menunggu sekitar 2 minggu masih belum ada jawaban dari pihak bank masalah KPR saya. Dan pada tanggal 4 Agustus 2013 adalah jatuh tempo pembayaran DP I saya. Karena saya yakin pasti diterima proses KPR saya dan untuk menghindari denda keterlambatan pembayaran DP, saya memutuskan untuk membayar sisa DP I saya sebesar 24.790.947

Dan setelah sekitar 1 bulan proses berjalan saya dapat informasi dari BII Jemursari bahwa pengajuan KPR saya tidak dapat dilanjutkan dengan alasan DP saya terlalu rendah dan gaji saya tidak sebanding dengan cicilan saya selama 15 tahun. Bank BII meminta saya untuk meninjau ulang masalah DP saya untuk menambah menjadi 40%. Setelah itu saya meminta bantuan kepada Marketing Purimas untuk membantu memberikan solusi terhadap masalah ini dan saya memutuskan untuk tidak melanjutkan pembayaran DP saya sampai proses pengajuan KPR saya disetuji dengan konsekuensi terkena denda keterlambatan pembayaran DP.

Mereka akhirnya menyarankan untuk memindah proses KPR saya dari BII Jemursari ke BII Pemuda. Dan ketika saya dihubungi marketing Bank BII Pemuda saya diyakinkan lagi bahwa dengan nominal gaji saya sudah cukup untuk bisa KPR selama 15 tahun dengan DP 20%. Proses berlanjut sampai minggu ketiga September 2013 Marketing BII Pemuda memberi informasi bahwa KPR saya tidak dapat diproses lebih lanjut dengan alasan yang sama dengan BII Jemursari dan mereka meminta saya untuk menambah DP saya. Setelah saya hitung saya menambah DP saya menjadi 30% karena saya pikir daripada saya kehilangan UTJ saya.

Setelah itu saya meminta kepastian dari pihak BII Pemuda kapan saya menerima informasi mengenai keputusan ditolak/diterima dari pihak Bank. Dia mengatakan hari Rabu tanggal 25 September 2013 sudah bisa keluar hasilnya. Tapi saya tunggu sampai hari Jumat 27 September 2013 saya belum juga mendapat kabar dan pihak marketing BII tidak bisa saya hubungi. Saya kembali meminta Marketing Purimas untuk membantu saya menyelesaikan masalah ini.

Sampai akhirnya hari Jumat itu saya memutuskan kalau sampai hari senin tanggal 30 September 2013 masih tidak ada kabar dari Bank mengenai pengajuan KPR saya, saya minta mundur dan membatalkan proses KPR saya. Dan memang sampai hari senin saya tidak menerima kabar apapun. Akhirnya saya minta mundur. Pihak Purimas mengatakan kalau memang mau mundur harus menunggu Surat Penolakan dari Bank. Saya meminta ke Marketing Bank BII Pemuda untuk mengeluarkan surat tersebut.

Sampai akhirnya saya menerima surat tersebut tanggal 11 Oktober 2013. Hari itu juga saya menyerahkan berkas-berkas ke BII untuk syarat penarikan kembali uang saya yang sudah masuk Developer Purimas. Pihak Purimas menyatakan uang dapat dikembalikan paling cepat 2 minggu atau selambat-lambatnya 4 minggu dari tanggal saya menyerahkan semua berkas-berkas yang diminta. Setelah saya tunggu 2 minggu masih belum ada kabar dari Purimas. Ketika saya tanyakan mereka menjawab masih dalam proses.

Sampai 4 November 2013 juga belum ada jawaban. Tanggal 5 November 2013 saya datang ke kantor Purimas dan bertemu dengan Supervisor marketing. Dia menyatakan kalau memang tanggal 11 Oktober 2013 semua berkas sudah diserahkan paling lama tanggal 12 November 2013 sudah bisa keluar uang pengembalian saya dalam bentuk giro. Tapi sampai tanggal 12 November 2013 saya tidak mendapatkan kabar apapun dari purimas. Tanggal 16 November 2013 saya mencapai puncak kemarahan saya dan saya datang di acara Open House Apartemen Purimas dan mencari marketing dan supervisor dari Purimas.

Saya marah-marah dan mereka juga hanya bisa menjawab masih dalam proses. Padahal itu sudah minggu ke 5 sejak saya menyerahkan berkas-berkas saya. Saya mendesak pihak Purimas untuk segera mengembalikan sisa uang saya. Akhirnya mereka berjanji hari senin tanggal 18 November 2013 saya bisa mengambil Giro di kantor purimas. Saya datang diluar jam kerja dan mereka meminta saya menandatangani berita acara penerimaan dana sebesar 19.364.909 lalu keesokan harinya baru akan mereka transfer ke rekening saya.

Jumlah tersebut adalah sisa uang yang dapat saya ambil setelah dipotong UTJ 15jt dan PPN+PPH Final sebesar 15% dari jumlah uang yang sudah saya bayarkan di purimas. Tentunya saya tidak mau tandatangan karena Giro belum ada di tangan. Saya meminta hari kamis tanggal 21 November untuk menyelesaikan semua permasalahan dan saya datang di hari kerja. Ketika saya datang pada dasarnya saya menerima semua potongan yang diberikan termasuk PPN dan PPH Final sesuai perjanjian.

Tapi pada hari itu ketika saya meminta bukti pembayaran pajak/SSP semua pajak atas nama Purimas (PT Mahkota Berlian Cemerlang). Saya mengatakan pada dasarnya tidak ada masalah saya membayar pajak tapi tentunya harus atas nama saya karena saya yang membayar. Tapi mereka tetap tidak bisa memberikan buktinya. Bahkan ketika saya meminta Copy SSP yang sudah dibayarkan atas nama PT Makhkota Berlian Cemerlang pun mereka tidak mau memberikan.

Karena saya merasa sudah terlalu lama uang saya mengendap di purimas, hari Jumat 22 November 2013 saya merelakan uang saya yang tidak bisa kembali termasuk pajak-pajak yang saya bayar tapi bukan atas nama saya dan hanya menerima uang sejumlah 19.364.909 dari jumlah uang yang sudah saya setorkan termasuk UTJ 15 juta sebesar 39.790.947. Saya juga menanyakan masalah hadiah langsung AC yang saya dapatkan.

Mereka juga mengatakan AC akan dipasang ketika Rumah telah selesai dibangun dan itu tercantum pada Surat Pesanan, padahal dalam surat pesanan tidak tercantum hal itu dan marketing purimas memberikan pernyataan lupa menyantumkan nya di surat pesanan. Saya menghimbau kepada semua pembaca rumahpengaduan.com agar berhati-hati dalam setiap pembelian rumah khususnya di purimas dalam hal kejelasan perihal pajak-pajak dan lain sebagainya di awal agar kejadian seperti saya tidak terulang ke pembaca rumahpengaduan.com

Share on Twitter

Pengaduan Terkait:

  1. Hati-Hati Dalam Memilih Developer Perumahan
  2. Hati-hati Dengan Tagihan Telkomsel
  3. Hati-hati Jebakan Tarif Internet XL
  4. Hati-hati Penipuan Lowongan Kerja PT. Wilmar International Limited -Indonesia Operation
  5. Hati-hati Dengan Kartu Kredit Standard Chartered!!
  6. Hati – Hati Dengan Layanan Internet Banking BCA
  7. Hati-hati Dengan Bank Mega
  8. Hati Hati Modus LJ Hooker Kota Wisata
  9. Hati-Hati Penipuan Iklan Jasa Antar Jemput di Koran Jawa Pos
  10. Pembayaran Iklan XL Ditembok Rumah

Leave a Reply