«

»

Dec
07

Satpol PP Kota Medan Giat Pungutan Liar


  • [ Sudah dilaporkan ke pihak terkait pada 21 Januari 2014 ]
Share on Twitter

Kami sebagai pengusaha kecil merasa keberatan dengan pungutan yang mewajibkan kami membayar surat kuning setiap 6 bulan sekali. Hanya saja karena jumlahnya tidak terlalu besar maka banyak pengusaha yang malas mempermasalahkan itu, jumlahnya rata-rata berkisar Rp 200.000 – Rp 600.000  per 6 bulan. Hal tersebut sangat memberatkan ditengah kondisi perekonomian yang sulit sekarang ini, apalagi jelas-jelas sudah mengetahui pungutan tersebut bukanlah retribusi dan bukan pungutan resmi dan tidak masuk ke pendapatan daerah.

Jadi pungutan ini seperti meminta-minta sumbangan, dimana wibawa Satuan Polisi Pamong Praja dan wibawa pemerintah daerah. Saya pernah bertanya kepada oknum Satuan Polisi Pamong Praja yang mengutip uang tersebut, mereka berkata bahwa uang pungutan liar tersebut mereka gunakan untuk membiayai mobil patroli dan uang makan anggota mereka.

Apakah Pemerintah Kota Medan tidak punya anggaran untuk membiayai bahan bakar mobil patroli Satuan Polisi Pamong Praja dan uang makan anggotanya. Harapan kita seharusnya pemerintah daerah dapat serius mengembangkan usaha kecil, bukan memberatkan dengan adanya pungutan-pungutan liar yang tidak jelas. Mohon dapat dihentikan.

Share on Twitter

Pengaduan Terkait:

  1. Penyalahgunaan Atribut TNI, oleh Satpol PP Kota Medan
  2. Pungutan Liar di Deli Serdang – Sumatera Utara
  3. Pungutan Liar Oknum Polisi Samsat Bekasi Kota
  4. Pungutan Liar Samsat Pekanbaru Kota
  5. Pungutan Liar Saat Perpanjang KTP
  6. Penegakan Perda di Medan Tidak Adil dan Tidak Merata
  7. Pungutan Liar Pengurusan BBN dan Mutasi BPKB & SIM
  8. Oknum Pungutan Liar Kelurahan Lubang Buaya
  9. Pungutan Liar KTP di Kelurahan Jati Mulya,Bekasi
  10. Pungutan Liar E KTP

Leave a Reply