«

»

Oct
28

Tidak Etisnya Bagian Collection StandardChartered


Share on Twitter
standard chartered bank

standard chartered bank

Terima kasih atas kepercayaan Standard Chartered Bank yang telah memilih saya sebagai nasabah KTA Standard Chartered Bank. Melalui rumah pengaduan, saya ingin menyampaikan keluhan terhadap collector KTA Standard Chartered Bank. Nama saya SUMILIA, saya mempunyai tagihan KTA Standard Chartered Bank dengan nomor 306-089-1733-5. Saya mau protes terhadap karyawan Standard Chartered Bank yang bernama Ibu ULFA bagian Collection yang menelpon saya hari ini (6/8/14), saya memang sedang berhutang terhadap Standard Chartered Bank, tetapi Ibu ULFA ini menagih saya dengan nada ketus, dan menurut saya menghina. SEpertinya Ibu Ulfa menagih tidak dengan prosedur-prosedur penagihan.

Saya sangat terhina dibuatnya dikarenakan dia telah berlisan seperti berikut (kalo merenovasi rumah orang tua jangan pake uang dari utangan bank), kalo gak bisa mencicil tepat waktu ya dilunaskan saja bahkan dengan mengancam akan di Black List oleh BI dan Bank Standard Chartered Bank akan merugi, dll

Saya berharap pihak Standard Chartered Bank bisa menjaga prosedur-prosedur penagihan dan memonitoring Bagian Collection terhadap nasabah-nasabahnya.

Saya juga pernah mengalami hal yang sama beberapa bulan lalu, sayangnya saya lupa menanyakan nama mereka, mereka memaksa saya harus membayar tagihan KTA hari itu juga, detik itu juga, mereka beralasan kalau saya menghindar dari tagihan, saya tidak kooperatif.

Jika saya menghindar dari tagihan mengapa saya mengangkat teleponnya dari mereka dan saya tetap membayar plus denda Rp 200.00 tiap bulannya, Saya memang berhutang tapi kondisi keuangan saya setahun belakangan ini yang belum bisa memenuhi kewajiban saya membayar tepat waktu dan mengalami tunggakan 1 bulan untuk bulan Juli dan akan berjalan 2 bulan memasuki Agustus tgl 28).

Saya sebagai nasabah telat bayar, telah dikenakan bunga Rp 200.00/bln, dan saya tidak keberatan atas hal tersebut, karena konsekuensinya begitu, tapi apakah pantas penagihan dengan cara seperti itu. Saya mengalami perceraian 1 tahun lalu dan menjadi single parent dengan ada tanggungan hidup 1 anak dan 1 ibu dan tanggungan hutang2 bank yang lain (BNI, Permata, HSBC). Dampak perceraian ini sangat besar terhadap hutang2 saya di bank karena sebelumnya dibantu oleh mantan suami. Tetapi dengan sekuat tenaga dan usaha saya akan mencoba membayar sampai lunas (tinggal 16 kali cicilan dari 24 kali cicilan)

Saya beritikad baik untuk menyelesaikan hutang saya dan bermaksud meminta dispensasi atas seluruh tagihan saya. Saya berencana untuk mereschedule dan mencicil semua tagihan saya sesuai dengan kemampuan saya.

Saya mohon kerjasamanya pihak Standard Chartered Bank agar masalah ini segera terselesaikan. Terima kasih atas perhatian dan kebijaksanaannya.

Terima Kasih

Share on Twitter

Pengaduan Terkait:

  1. Penipuan Promo 50% Standard Chartered Credit Card
  2. Tagihan Siluman Dari Kartu Kredit Standard Chartered
  3. Hati-hati Dengan Kartu Kredit Standard Chartered!!
  4. Call Centre Yang Tidak Update Data dan Kurir Pembohong
  5. Penipuan Bunga KTA Standard Chartered
  6. Tagihan Okevision yang Tidak Sesuai Perjanjian
  7. Etika Penagihan KTA
  8. Annual Fee dan Interest Charge Yang Tidak Sesuai
  9. Tagihan Kartu Kredit Yang Tidak Pernah Dikirim
  10. Pembayaran Okevision Tidak Jelas

Leave a Reply