«

»

Dec
10

Bank UOB Indonesia tidak Profesional


  • [ Sudah dilaporkan ke pihak terkait pada 10 Desember 2014 ]
Share on Twitter

uob logoSaya adalah pemegang kartu kredit bank UOB Indonesia dengan nomor kartu 4027 3620 1115 4635 , karena kondisi keuangan saya saat ini sedang mengalami kesulitan dan bisa dikatakan pailit, maka saya sudah menunggak tagihan kartu kredit selama 6 bulan. Akhirnya awal November 2014 saya mengajukan keringanan untuk masalah pembayaran kartu kredit saya yang macet di bank UOB Indonesia bagian collection di Duta Merlin (Harmoni). Disana saya bertemu dengan PIC terkait yaitu Bpk Roy dan dijelaskan bahwa tagihan saya sebesar Rp 14.704.656,-.

Disana saya diberikan opsi pertama oleh Bpk Roy bahwa saya dikenakan discount 20% untuk pelunasan 2 kali bayar atau opsi kedua adalah discount 30% untuk 1 kali bayar. Selain itu saya juga dibolehkan untuk mengajukan cicilan tetap sebesar Rp 500.000,- per bulan sampai dengan lunas tanpa diskon. Akhirnya saya memilih solusi pembayaran sebesar Rp 500.000,- per bulan sesuai dengan kemampuan saya saat ini. Tetapi semua itu harus diproses terlebih dahulu dan jawaban akan diberikan dalam waktu secepatnya.

Beberapa hari kemudian saya mendapatkan jawaban, dan ternyata terjadi penolakan dari pihak bank UOB Indonesia perihal pengajuan pembayaran sesuai kemampuan saya. Lalu akhirnya muncul opsi lain yang ditawarkan yaitu pembayaran senilai minimum payment 10% sampai lunas. Dan sekali lagi saya keberatan karena memang kemampuan pembayaran saya tidak sesuai dengan angka tersebut. Ketika saya meminta copy-an rincian hutang saya pun tidak diberikan oleh pihak terkait, seperti ada yang disembunyikan. Ketika itu saya pergi dengan tanpa hasil, niat saya untuk membayar dan melunasi hutang saya seperti tidak ditanggapi oleh pihak bank UOB Indonesia.

Dan sampai hari ini selalu adanya debt collector yang datang dengan teriak-teriak tidak sopan di depan rumah yang mana saya tidak tinggal disitu lagi dengan tidak memandang waktu baik pagi, siang, dan malam. Untuk apakah mereka selalu datang jika saya sudah memberitahukan keadaan dan kemampuan saya kepada pihak bank. Ditambah lagi kondisi saya yang baru keluar dari rumah sakit karena dirawat.

Walaupun saya dengan hormat sudah mengajukan ketidakmampuan saya di bank UOB Indonesia bagian collection di Duta Merlin (Harmoni), tetapi tidak ada hasil dan solusi untuk nasabah seperti saya. Seperti apakah proses management solusi di bank UOB Indonesia. Memang terdapat perbedaan antara perorangan dengan badan usaha, terutama bank besar. Saya sebagai perorangan memang tidak memiliki kekuasaan terutama segi material. Tetapi saya harap setiap bank dapat memberikan solusi dan perlakuan yang pantas bagi nasabahnya, dengan tidak memandang sebelah mata. Apalagi bagi nasabah-nasabah mereka yang bertanggung-jawab serta berniat menyelesaikan kewajiban mereka.

Bagian collection seperti tidak perduli masalah nasabah, hanya mengejar target, KPI, dan bonus sepertinya. Apa yang kita ceritakan itu hanya masuk kuping kiri dan keluar kuping kanan. Orang-orang yang tidak beragama, tidak ada etika, saya heran bisa direkrut. Saya harap saya segera mendapat tanggapan dari pihak bank UOB Indonesia karena saya merasa dikecewakan serta direndahkan. Terima kasih.

Hendry
Jakarta
081905210309

Share on Twitter

Pengaduan Terkait:

  1. Bank Mega Tidak Profesional
  2. Penelpon Debt Colector Bank Mega Tidak Profesional
  3. Bank Mega Tidak Profesional
  4. Garuda Indonesia Tidak Profesional
  5. Bank Mega Sungguh Tidak Profesional
  6. Bank Mega Tidak Menghargai Nasabahnya
  7. Groupon Indonesia dan Vendornya Tidak Profesional
  8. Staff Kartu Kredit Bank Mega Tidak Profesional
  9. Bank BRI Tidak Profesional
  10. Bank Mega Tidak Profesional

Leave a Reply