«

»

Jan
12

Repotnya Berurusan dengan Telkom Indihome


  • [ Sudah dilaporkan ke pihak terkait pada 12 Januari 2015 ]
Share on Twitter

indihomeRepotnya berurusan dengan telkom indihome

Saya mengenal indihome telkom dari ibu ari yang mengaku dari telkom jaksel. Ibu ari beberapa kali datang ketempat saya mempromosikan speedy indihome, baru pada ke 3 atau ke 4 kali kedatangannya saya memutuskan untuk memasang. Paket yang saya ambil speedy 1MB dan useetv 50+ chanel ;in dan out panggilan local telkom (gratis , tapi tidak pernah saya gunakan) dengan biaya Rp. 210.000. per bulan.
Sebelumnya saya sudah menanyakan tata cara pembayarannya.

Penjelasan promosi ibu ari sbb:

1. Coba saja pasang dulu, dicoba I bulan , kalau tidak puas , tidak usah bayar dan akan dicabut.
2. Untuk biaya instalasi penarikan kabel Rp 100.000 + dan untuk seting Rp 50.000.
3. Rekening bulanan bisa dibayar lewat ATM, tapi untuk pertama kali harus didaftarkan ke graha telkom dulu. Perhitungan pembayaran setiap bulan, dimulai dari tanggal insatalasi.

Nah..di point ke 3 itulah permasalahan mulai terjadi. Saya katakan kepada ibu ari, kalau hanya untuk internetan dan menonton tv saya harus repot membuang waktu ke graha telkom, lebih baik saya tidak jadi berlangganan speedy indihome. Ibu ari memberikan solusi, untuk mendaftarkan ke graha telkom, biar dia yang akan membantu mendaftarkannya. Dan selanjutnya saya bisa membayar di ATM saja.

Untuk instalasi, sebetulnya saya minta diawal bulan saja supaya pembayarannya sinkron dengan pemakaian. Tapi dijawab, bill nya disesuaikan dengan tanggal insatalasi. Kalau instalasi tgl 25, billnya dimulai tgl 25 bulan depan, dan telkom flexible kok soal bill. Tak ada denda.
Instalasi dilakukan tgl.27/08/14 dan tgl 28 keesokan harinya baru bisa connect.

Secara keseluruhan saya cukup puas, meskipun agak sering terjadi , menjelang magrib sampai pukul 20.00 sering terjadi gangguan disconnect.
Menjelang pemakaian selama 1 bulan saya menhubungi ibu ari via HP, untuk menanyakan apakah sudah didaftarkan ke kantor . Beberapa kali dihubungi , dan sampai saat saya menulis surat ini saya tak pernah berhasil menghubunginya lagi. Kesan saya, ulet diwaktu memasarkan dan lepas tangan sesudah instalasi.

02/10/14 saya coba membayar via atm dengan memasukkan nomor speedy, ternyata keluar tagihan Rp 90.000+. Saya berasumsi berarti saya sudah terdaftar dan hanya membayar hanya 90.000+, tidak full 200.000+ mungkin useetv nya masih digratiskan (promo bu ari ,1 bulan tidak puas tidak usah bayar). Saat itu langsung saya bayar. Awal/11/14 via atm keluar tagihan Rp 300.00- ; langsung saya bayar. Saya berasumsi, berarti useetv bulan kemarin tidak gratis, dan diakumulasi dengan tagihan bulan ini. Awal/12/14 via atm, keluar lagi tagihan Rp 300.000- . Nah..kelihatannya ada yang tidak beres.

Saya ke graha telkom di Jl. Sparman depan central park. Menerangkan maksud tujuan ke satpam yang menjaga di pintu masuk, diberi nomor antrian. Dipanggil ke kasir (lho???) Saya jelaskan lagi ke kasir, saya tidak bermaksud membayar, tapi mau tahu kenapa tagihan untuk speedy saya tidak sesuai dengan yang waktu ditawarkan ke saya. Kasir tak tahu kenapa, dia hanya bertugas menerima pembayaran dan disarankan kebagian informasi. Antri lagi ,dibagian informasi saya jelaskan lagi maksud saya. Setelah mengetik dikeyboard nomor speedy saya, jawabannya: speedy bapak sudah murah, sudah didiscount begitu juga useetv nya sudah discount. (lho????? Lagi, tepok jidat). Saya tanyakan paket yang Rp 210.000 itu ada, atau tidak ada, karena itu adalah penawaran yang saya terima. Si embak informasi tak bisa memberi jawaban. Bapak sebaiknya ke kantor telkom jaksel, karena bapak tidak mendaftar /memasang lewat sini. Lho??? Pelayanan telkom terkotak perwilayah?.

Menuju ke kantor telkom jaksel, disebellah masjid alazhar(maaf kalau salah eja). Di front office ,Saya ceritakan lagi permasalahannya. Jawabannya Ibu ari tidak ditempat dan juga tidak bisa dihubungi via Hp. Managernya juga tidak ditempat. Disarankan ke graha telkom untuk penyeleasiannya. (LHOO???, saya baru dari graha telkom, kok disuruh kesana lagi? ).Disinipun , saya tidak mendapat jawaban, apakah paket yang Rp 210.000 itu ada atau hanya Cuma sekedar omongan ibu ari. Disarankan meninggalkan alamat dan nomor yang bisa dihubungi, nanti akan dihubungi. Ditunggu berapa hari, taka ada yang menghubungi dari telkom jaksel. 2 kali lagi saya coba hubungi dan jawabannya sama, ibu ari tidak ditempat dan managernya sedang cuti. Bapak akan dihubungi lagi kalau managernya sudah ada.

Dengan semangat positif, untuk segera menyelesaikan masalah( Kalau bisa), saya menghubungi 147.Diawali dengan welcome music 147 yang memekakkan telinga(Entah misi dan lagu apa itu?? Gak jelas). Saya jelaskan lagi permasalahannya dan mendapat tiket 1003194314. Direspon bagian billing oleh pak yudi (atau rudi?). Saya jelaskan lagi permasalahannya.Setelah pembicaraan, beberapa masalah menjadi clear. Solusinya untuk tagihan bulan 11 dikoreksi tanpa abodemen telepon dan hanya untuk tagihan bulan depan menjadi Rp.130.000 dan bulan selanjutnya normal Rp.210.000 (ditambah PPN). Saya tanyakan apakah bisa langsung saya menuju atm untuk transakasi, jawabannya besok saja ,takutnya di atm belum keluar koreksinya. Esoknya saya ke atm lagi, dan ternyata sudah keluar lagi tagihan bulan berikutnya yang sudah terakumulasi menjadi Rp.500.000+ tapi yang dijanjikan akan keluar tagihan Rp.130.000 tetap keluar Rp.200.000+

Karena tak tahu harus menghubungi pak yudi kemana, saya bikin laporan lagi ke 147 dengan tiket 1003204722 agar pak yudi menghubungi saya lagi karena koreksinya tak sesuai dengan yang dijanjikan. Berapa hari ditunggu tak ada tanggapan, saya laporan lagi dengan tiket 10032115?7. Tetap tak ada tanggapan saya ingin buat laporan lagi. Ini yang unik, 147 bagian bill tidak mau membuatkan laporan lagi dengan alasan bill bapak sudah sesuai dan sudah dikoreksi. (operatornya mira atau mika kurang jelas 09/12/14).

Pupus sudah semangat saya untuk menyelesaikan masalah yang sebenarnya sederhana tapi dibuat rumit. Kalau saya ditawari kemeja dan celana seharga 200, saya jangan ditagih 250 dengan alasan saya diberi dasi yang tidak saya pakai dan butuhkan. Sesimple itu sebenarnya. Tagih saja 200 ditambah ppn. Disana senang ,disinipun senang.

Eh… hampir 1 bulan saya lupakan , tadi 04/01/15 dari pihak telkom bagian penagihan memberi tahu , ada tunggakan pembayaran selama 2 bulan. Saya jawab ya, saya ceritakan lagi duduk persoalannya kenapa saya belum membayar. Apa sulitnya pak Yudi menghubungi saya lagi, kenapa koreksinya tak sesuai. Menutup pembicaraan sang penagih (namanya tidak tahu) menanyakan , berarti intinya bapak tidak mau membayar. Saya jawab ya, saya tidak mau membayar. Analoginya begini: kalau bapak menanyakan 1porsi nasi goreng berapa dan dikatakan 15000, setelah makan, bapak ditagih 25000, apa bapak tidak menayakan, kok saya harus membayar sebanyak itu, padahal saya tidak menambah apa-apa. Kalau saya, pasti menanyakan, dimana selisihnya. Saya hanya ingin membayar apa yang saya pakai, dan tidak akan membayar yang tidak saya pakai. Mubazir .

Share on Twitter

Pengaduan Terkait:

  1. Pengaduan Telepon dan Wifi Telkom Indonesia
  2. Pemasangan Telkom Speedy Lama
  3. 6 Bulan, Telkom Belum Ganti Box Titik Sambung
  4. Kesalahan Perhitungan Billing Oleh Telkom
  5. Pengaduan Internet Lelet Tidak Ditanggapi Telkom
  6. Jaringan Telepon Telkom Mati
  7. Kecewa dengan Pelayanan Telkom Speedy
  8. Telkom Speedy Beri Informasi tidak Jelas
  9. Ribetnya Berurusan Dengan BCA
  10. Penipuan Uang Oleh Oknum Telkom Speedy

Leave a Reply