«

»

Jan
14

Stop Terbang dengan Lion Air


  • [ Sudah dilaporkan ke pihak terkait pada 14 Januari 2015 ]
Share on Twitter

Lion AirKepada Yth.
Manajemen Lion Air – Malindo
Di Jakarta & Kuala Lumpur
Telepon: (+6221) 6379 8000 ext 0
Fax : (+6221) 633 5669
Email: customercare@lionair.co.id
Email: mm@malindoair.com

#STOP TERBANG DENGAN LION AIR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam ta’zim.
Tulisan ini adalah akumulasi dari kekecewaan kami terbang dengan Lion Air. Sebagai konsumen kami selalu berada pada posisi yang harus kalah. Kami sering sekali dikecewakan oleh Lion Air, kecewa karena berulang kali mengalami delayed pesawat (kadang dapat kompensasi snack, tetapi lebih sering tanpa kompensasi), bagasi yang tidak terangkut, jadwal yang tahu-tahu diajukan atau ditunda, dan bahkan pernah terjadi penerbangan Surabaya-Jakarta harus kelebihan penumpang, karena ada penggabungan penumpang dan tempat duduk dibebaskan. Apakah ini yang dimaksud dengan motto Lion Air ‘we make people fly’?

Kekecewaan kami terulang pada Kamis, 8 Januari 2015 kemarin. Atas ijin Allah SWT. kami mendapat amanah untuk membawa rombongan jamaah Umrah SYI’AR – PT. Risalah Madani yang berjumlah 31 orang. Dalam perjalanan pulang dari ibadah Umrah, kami transit di Kuala Lumpur dan 24 orang jamaah terbang ke Indonesia dengan Lion Air JT 287 jadwal penerbangan pukul 07.50 sd 08.50. Awalnya proses check in dan pembagasian berjalan dengan lancar. Hanya saja, kami kaget karena ketentuan Lion Air untuk bagasi, tiap penumpang hanya 20 kg. sudah termasuk air zam-zam. Berbeda dengan ketentuan bagasi maskapai umumnya yang terbang dari Saudi Arabia, bahkan berbeda dengan Malindo yang ada fasilitas bagasi air zam-zam gratis. Berikutnya persoalan menjadi bermunculan.

Pada jamaah kami yang berjumlah 24 orang, proses pembagasian untuk kuota 20 kg sudah berjalan dan menyisakan 10 galon air zam-zam @ 5 liter. Karena dorongan ingin memberikan air zam-zam sebagai hak masing-masing jamaah, kami meminta 10 galon air zam-zam tetap dibagasikan. Kami kaget dikenakan tarif 22 ringgit Malaysia per kilo gram atau kena biaya total 1.122 ringgit Malaysia atau senilai Rp 4.403.850,- dengan kurs tukar Rp 3.925,- per ringgit atau Rp 440.385,- per galon zam-zam. Karena kami tidak memegang uang ringgit, kami minta ijin untuk tukar uang ke money changer, dan pasport serta boarding pas kami ditahan petugas cek in. Karena uang kami tidak mencukupi untuk sebesar itu, kami hanya bisa mendapatkan 600 ringgit Malaysia lebih.

Dengan berbekal 600 ringgit Malaysia, kami mencoba meminta kebijakan diskon 50 %, dengan harapan 10 galon air zam-zam tersebut tetap bisa dikirim ke Jakarta, upaya ini gagal dengan alasan petugas tidak memiliki wewenang dan prosedurnya tidak bisa. Kami terus berupaya mendapat diskon 50 %, tetapi tetap saja gagal juga. Kami minta tukar bagasi, dari bagasi tas jinjing dengan air zam-zam, juga gagal, karena tas dan zam-zam sudah jalan pada proses pembagasian. Kami minta kebijakan bagaimana kalau yang dikirim ke Jakarta yang bisa saya bayar saja, misalnya 5 galon. Petugas sempat membolehkan, dan kami harus membayar 594 ringgit Malaysia. Begitu kami bayar, ternyata petugas tidak mau menerima, karena 10 galon tersebut sudah masuk sistem dan sudah jalan pada proses pembagasian. Kami terus berupaya agar bisa dikirim ke Jakarta, petugas tetap tidak bisa melakukan kecuali kami membayar penuh, tetapi petugas memberi jalan keluar agar kami membuat laporan di Jakarta, jika air zam-zamnya tidak diterima di Jakarta. Jalan keluar ini ingin kami coba, dengan harapan di Jakarta bisa mendapat kebijakan. Ternyata saat kami membuat laporan dan menceritakan kasusnya, petugas di Jakarta tidak bisa berbuat apa-apa.

Share on Twitter

Pengaduan Terkait:

  1. Tiga Kali Bagasi Bermasalah Dengan Pesawat Lion Air
  2. Ada Apa dengan Bagasi Lion Air
  3. Lion Air Tidak Aman, Bagasi Dibongkar dan Barang Hilang
  4. Kehilangan HP di Lion Air
  5. Kecewa atas Pelayanan Lion Air
  6. Kecewa dengan Pelayanan Lion Air
  7. Bagasi Telat Busuknya Barang di Bagasi Lion Air
  8. PELAYANAN BAGASI LION AIR TIDAK PROFESIONAL
  9. Lion Air, Kenapa Kami Yang Menanggung Kerugiannya?
  10. Ditinggal Pesawat Lion Air

Leave a Reply