«

»

Jan
28

Bukopin Mempermalukan Nasabah


  • [ Sudah dilaporkan ke pihak terkait pada 28 Januari 2015 ]
Share on Twitter

bukopinSekitar awal Desember 2014 saya menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai analis kredit Bukopin. Menurutnya, rekening kartu kredit saya aktif dan lancer sehingga direkomedasikan untuk dinaikan limitnya. Untuk itu, saya diminta untuk menyerahkan nama saudara kandung yang bisa dihubungi jika satu saat diperlukan untuk identifikasi (agak aneh juga karena hal ini tidak biasa dan lebih mirip seperti perivikasi ketika kita aplikasi kartu kredit). Meski demikian, terimingi kenaikan limit tersebut, dengan senang hati saya berikan nama dan nomor telepon kakak ipar saya.

Dua bulan berlalu, tak ada perubahan dalam rekening kartu kredit saya. Limit yang dijanjikan untuk dinaikan tidak ditambah seperti yang dijanjikan. Sejauh ini tidak saya permasalahkan karena sejak awal Saya tidak mengandalkan kartu kreditan terbitan Bukopin sebagai andalan transaksi finansial saya. Aplikasi kartu kredit Bukopin dulu juga sekedar ikut ikutan teman sekantor.

Tetapi alangkah kagetnya saya ketika Jumat 23 Januari kemarin Kakak ipar saya menyerahkan dua amplop berisikan kartu kredit tambahan, pada salahsatu amplop tersebut tertulis nama kakak ipar saya dan nama saya yang dipisahkan dengan garis miring dan pada amplop kedua tertulis nama rekan sekantor saya dan nama saya yang juga dipisahkan dengan garis miring. Merasa namanya tertulis diamplop itu, kakak ipar saya membuka amplop tersebut dan mendapati kartu kredit tambahan yang didedikasikan untuknya. Kakak ipar saya hanya memberikan kedua amplop tersebut kepada saya karena dia yakin itu bukan untuknya, tetapi tidak demikian dengan saya. Kakak ipar saya adalah pengguna kartu kredit dengan layanan paling tinggi yang diterbitan oleh bank – bank bonafid. Saya merasa telah mengirimkan hadiah tepat dengan memberinya kartu tambahan dari Bukopin dengan limit tidak sampai 5 persen dari kartu kredit pribadinya, saya merasa sangat hebat telah berani menggarami lautan. Saya harus sangat berterima kasih kepada Bukopin yang sangat cerdas dalam memasarkan kartu kreditnya, inovasi tak tertandingi bank manapun dalam mencari iuran tahunan….Sungguh, dalam hal ini Bukopin layak dapat bintang empat!

Saat itu juga saya menelepon call center Bukopin untuk sekedar membasuh rasa malu saya didepan kakak ipar saya. Berharap mendapatkan klarifikasi dan segera membatalkan kedua kartu tersebut. Boro boro terhubung dengan operator/customer service dilayanan (katanya 24 jam) 14005, selama 50 menit pulsa saya habiskan hanya untuk mendengarkan mesin dan menyuruh saya memijit nomor ini dan itu dan pada akhirnya dikembalikan ketempat semula. Lengkap sudah kekecewaan saya saat itu..

Senin 26 Januari, saya mencoba menelpon layanan 14005 (andalan Bukopin). Kali ini saya memilih opsi untuk aktivasi kartu kredit, dan saya benar benar heran karena segera tersambungkan dengan salah satu Customer servicenya (rupanya Bukopin hanya melayani aktivasi kartu kredit dan tidak menempatkan karyawannya untuk menerima keluhan). Segera saya sampaikan keluhan saya dan dengan antusias CS ( sayang sekali saya tidak mencatat namanya) menyarankan saya untuk menon-aktifkan kedua kartu tersebut (faktanya kartu2 tidak pernah saya aktifkan). Dengan bahasa yang paling sederhana saya sampaikan bahwa saya memang tidak ingin mengaktifkan kedua kartu tersebut, tetapi keluhan terbesar saya adalah kesuksesan Bukopin mempermalukan saya didepan kakak ipar saya. (pada keluarga saya, relasi dengan saudara ipar itu seperti saling jaim). CS bukopin terlalu cerdas untuk mengidentifikasi kesalahan pihak mereka dan menganggap cukup dengan menutup kartu-kartu tersebut. Sebelum saya menjadi lebih gila lagi, saya matikan telepon sebelum percakapan kami selesai.

Saya menulis disini, berharap ada orang tepat dari Bukopin yang mau menanggapi keluhan saya. Berharap mereka tahu seperti itulah kartu kredit mereka dipasarkan. Berharap agar rekan-rekan yang akan dan sedang menjadi nasabah Bukopin aware, Seperti inilah perlakuan mereka pada nasabah setianya.

Sekarang, saya ingin berhenti untuk menjadi nasabah Bukopin tetapi masih mengumpukan kesabaran agar bisa menghubungi mereka. Diperlukan pulsa yg cukup besar jika itu dilakukan melalui hape Anda dan tentu saja, kesabaran seluas lautan.

Share on Twitter

Pengaduan Terkait:

  1. Pengiriman Kartu Kredit Bank Bukopin Lama
  2. Bukopin: Kartu Tambahan yang Annual Fee Dibebankan 2 Kali
  3. Kecewa Terhadap Pelayanan Bukopin
  4. Sudah Lunas, Bukopin Tidak Beri Surat Keterangan Lunas
  5. Ketidakjelasan Status Kartu Kredit Bank Bukopin
  6. Kecewa Kepada Bank Bukopin
  7. Layanan Pengiriman Kartu Kredit Bukopin Sangat Lambat
  8. Pelayanan Bukopin Mengecewakan
  9. Jebakan Bunga 0% Bank Bukopin di Perfect Health Jakarta
  10. tidak memberikan solusi yang benar

Leave a Reply