«

»

Mar
17

Toko Bajo Phone Tidak Mau Bertanggung Jawab


  • [ Sudah dilaporkan ke pihak terkait pada 17 Maret 2015 ]
Share on Twitter
Ilustrasi

Ilustrasi

Melalui suara pembaca ini saya ingin berbagi mengenai pengalaman saya membeli hp Iphone 4s 32 gb pada bulan Juli 2014 yang diklaim baru oleh penjualnya namun ternyata itu bukan hp baru atau mungkin bisa disebut hp rekondisi. Dari awal melihat tampilannya sebetulnya sudah tidak sreg ingin cancel karena kondisi screen cover yang tidak terlihat rapi, namun menurut penjualnya itu barang masih baru dan segel box sudah dibuka jadi mau tidak mau harus dibeli.

Baru 3 bulan digunakan, HP tersebut mati total. Berbekal surat garansi resmi The One saya bawa HP tersebut ke The One. Namun garansi ditolak karena ada lecet pernah jatuh (itu memang benar, hp tersebut pernah jatuh sekali jauh hari sejak hp tiba-tiba mati total) dan yang mengejutkan adalah katanya segel dalam sudah hancur. Artinya barang itu dari awal memang bukan barang baru. Lalu saya komplain ke toko tempat saya membeli, tidak lama setelah saya tahu segel dalam hancur. Pihak toko malah meminta saya jujur jika saya pernah service hp tersebut di tempat lain. Karena pihak toko merasa yakin bahwa mereka menjual barang baru dengan alasan saat itu barang masih segel box. Saya sampaikan faktanya segel dalam sudah hancur bagaimana bisa dibilang baru? Saya sampaikan juga jika pihak toko memang ‘tidak tahu’ bahwa barang tersebut bukan barang baru, silakan komplain ke supplier. Intinya saya tidak mau terima barang bekas. Bahkan headset nya saja baru 1 minggu digunakan, speaker nya sudah tidak jernih. Tidak pernah saya gunakan lagi. Saya yakin itu headset juga palsu. Pelajaran yang saya dapat di sini, tidak selalu box yang tampak masih disegel berisi barang yang baru.

Pihak toko menyampaikan akan mencarikan tempat service. Beberapa hari kemudian menghubungi saya bahwa biaya service nya Rp 400,000. Wajarkah saya merasa heran? Saya ini komplain mengenai barang bekas yang saya beli dengan harga baru, lalu kemudian saya ditagih untuk membayar biaya service. Alamak! Jauh dari harapan saya, yang saya harapkan adalah jika memang pihak toko beritikad baik, silakan komplain balik ke supplier nya mengenai ini. Karena saya pada intinya tidak mau menerima barang bekas dan saya ingin mendapatkan apa yang menjadi hak saya.

Sampai sekarang sejak saya mengembalikan hp tersebut ke pihak toko dan meminta pertanggungjawaban, update terakhir yang saya terima dari Ci Amel pemilik toko adalah mereka ‘menyerah’ karena hp tersebut tidak bisa diservice dan tidak ada yang mau menservice hp tersebut karena segel dalam hancur. Perlu diketahui juga bahwa sebetulnya menghubungi Ci Amel ini agak susah, telepon tidak diangkat atau alasannya Ci Amel sedang di toilet, hp tidak dibawa, sms tidak dibalas, dan lain sebagainnya. Dan lebih lucu lagi, alasan yang diberikan adalah mereka hanya mencari makan saja (dijadikan alasan untuk tidak bertanggungjawab). Lucu seolah-olah yang cari makan di dunia ini hanya mereka saja!

Tolong diingat bahwa saya untuk bisa membeli hp tersebut juga ‘cari makan’ dulu, bukan gratisan! Karena itu saya merasa perlu membagi pengalaman ini kepada para pembaca agar lebih berhati-hati dalam membeli. Paling aman memang membeli HP dari counter resmi seperti iB*x, Sentr*ponsel, Glob*lteleshop dan sejenisnya yang terjamin baru dan keasliannya walau dari harga bisa lebih mahal beberapa ratus ribu. Akan lebih rugi jika mengalami kejadian seperti saya, membeli barang dengan harga baru tapi mendapatkan barang bekas, serta pihak penjual pun urung bertanggung jawab. Pesan untuk pihak penjual: ‘cari makan’ itu yang jujur, jual barang yang bekas jangan dibilang baru. Saya yakin begitu melihat cover plastik yang sudah tidak rapi begitu mereka pun tahu bahwa itu bukan barang baru! Kepada para pembeli, telitilah sebelum membeli, teliti pada barang yang akan dibeli juga pada pada toko yang menjual. Adapun toko tempat saya membeli hp tersebut adalaha Bajo Phone di ITC Cempaka Mas lantai 4 blok B No. 75.

Share on Twitter

Pengaduan Terkait:

  1. Smartfren Tidak Mau Bertanggung Jawab
  2. Supir Blue Bird Tidak Bertanggung Jawab
  3. Service Centre Sony Tidak Bertanggung Jawab!
  4. Developer Perumahan Yang Tidak Bertanggung Jawab
  5. Bank Mandiri Tidak Bertanggung Jawab
  6. Koper Tersangkut di Bagasi, Blue Bird Tidak Bertanggung Jawab
  7. Penipuan HP a/n Toko Radji Phone di OLX
  8. Breeder/Petshop Tidak Bertanggung Jawab
  9. AHASS yang Tidak Bertanggung Jawab
  10. Kelalaian Supir Blue Bird dan Pihak Blue Bird Yang Tidak Bertanggung Jawab

Leave a Reply