«

»

May
04

Pemerhati BRI Cab Pamekasan


  • [ Sudah dilaporkan ke pihak terkait pada 04 Mei 2015 ]
Share on Twitter

BRI-300x114Assalamualaikum Wr Wb
Selamat Sore pembaca yg selalu diberkati Alloh SWT…

Sbg umat manusia pekerjaan adalah ibadah dan wujud tanggung jwb kita sbg umat Islam utk mencari keberkahan atas rejeki yg kita cari namun akhir2 ini byk sekali kita temui beberapa kebijakan para pimpinan dimasing3 instansi atau perusahaan yg menghimpit dlm situasi dan kondisi pekerja atau karyawan sebagaimana yg terjadi di Madura khususnya Bri Cab Pamekasan yg notabenenya Daerah Gerbang Salam atau bisa dinilai agamis

Hal tsb dimulai dari bbrp kebijakan oleh Pinca BRI Cab Pamekasan R Senoadji yg terkenal diktatitor pd saat menjabat pinca di Padang Sumatra layaknya keturunan darah biru seakan akan menjadi raja di lingkup cab BRI Padang maupun Pamekasan

Permasalahan muncul dilingkup internal Bri cab pamekasan bahwasannya para pekerja dituntut omset marketing sebesar2nya utk mengibarkan bendera namannya guna kepentingan jabatan politis selanjutnya namun ironisnya Alloh SWT tidak meridhoi dikarenakan ulahnya yg sering tidak berperikemanusiaan trhdp karyawannya seperti oeniadaan operasional dlm bentuk uang sarana dan prasarana selain itu mark up laporan pengeluaran keuangan guna pribadianya yg lebih parahnya sering menekan karyawan utk membuat acara ulang tahun dg bentuk makan2 tanpa terkecuali pdhl dirinya sendiri ulang tahun tdk ada acara syukuran atau sejenisnya justru karyawan dimintai kado lucu kan …hehee begitulah watak Raden Sang darah Biru

Kemudian permasalahan muncul di tingkat nasabah beberapa aksi unjuk rasa berlangsung hampir seminggu sekali contohnya dari LSM Limpa dan Sdr Mas Udi yg merasa dirugikan akibat akuisisi Kredit dimana sang Raden mengabaikan Surat Edaran Bank Indonesia. Hal tsb ditunggangi oleh DPRD Pmk dan Bupati PMK yg notabenenya para pengusaha merasa terjajah oleh Kebijakan Sang Raden

Pertanyaan menggumam dr beberapa para pengusaha tembakau dan garam di Pamekasan bahwasannya kepala cab BRI yg skrg tidak seperti sebelum2nya bahkan setiap program pencitraan BRI di PMk di nilai sbeelah mata oleh masy

Syg sekali ya….BRI Cab Pamekasan yg dlunya dicintai masy skrg justru boomerang bagi masy….

Kegiatan lain yg membuat pr keluarga suami atau istri Karyawan BRI Cab Pamekasan menjengkelkan adalah kegiatan FPK dan lain lain selalu menjadi prioritas meskipun diluar jam dinas..tidak ada alasan katanya Sang Raden meskipun anak atau suami ataupun keluarga harus tunjukan loyalitas …klo perlu matipun keluargamu kalian ttp posisi bekerja di BRI biar tau yg mati gumamnya hahaha subhanallah….Org Jawa Semarang tp tipikalnya tidak seperti org jawa….jowo nanging ora njowoni….

Semoga pimpinan BRI ditingkat Kanwil SBY dan Pusat JKRTA bisa turun kebawah bagaimana kinerja R Senoaji sbg layaknya Seorg Pinca bukan sbg seorang penjajah hak hak karyawan sesuai yg tertuang pada Amalan UU Tenaga Kerja, UUD 45 , Pancasila dan agama islam

ALLAHUAKBAR….

Berita terkait sbb :

BRI Diduga Abaikan SE BI
Posted about 4 minggu ago | Komentar Dinonaktifkan pada BRI Diduga Abaikan SE BI
Pihak Mas’udi Berencana Bawa ke Ranah Hukum
KOTA – Kasus Mas’udi nasabah yang mengaku dirugikan Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Pamekasan terus menggelinding. Lumbung Intelektual Muda Pamekasan (Limpa) yang mendamping Mas’udi melakukan audiensi ke komisi l, mengancam akan membawa perkara tersebut ke ranah hukum. Ketua Limpa Lukman Hakim mengrmgkapkan, sebelum menempuh jalur hukum, pihaknya akan berupaya menggunakan jalur kekeluargaan Namun apabila hal itu tidak direspons baik oleh manajemen BRI. Limpa akan melaporkan kasus tersebut ke aparat penegak hukum.

“Kami berharap DPRD bisa memediasi sehingga bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan kembali kepada kesepakatan-kesepakatan amara Mas’udi dengan BRI. Kalau tidak berhasil. kami akan tempuh jalur hukum,” kata lukman Hakim. Dia menyatakan, saat nasabah mengalami kemunduran usaha, seharusnya BRI memberikan pembinaan. Hal itu sesuai dengan Surat Edaran Bank lndonesia Nomor 23/ |2/ BPPP tanggal 28 Febntari 1991. Namun hal itu tidak pemah dilakukan BRI.”

Pada saat nasabah mengalami kemerosotan usaha, seharusnya pihak BRI melakukan penjadwalan kembali (reschecturing) dengan melakukan pembahan syarat-syarat perjanjian kredit yang berhubungan dengan jadwal pembayaran, masa tenggang dan termasuk pembahan besar jumlah angsuran,” ujarnya. Lukman Hakim melanjutkan. BRI seharusnya melakukan perwaratan kembali (raronditiorungs).

Caranya itu dengan melakukan perubahan atas sebagian atau seluruh syarat-syarat perjanjian kredit yang tidak hanya terbatas pada perubahan jadwal angsuran atau waktu kredit. “Penataan kembali (restructuring), yaitu suatu upaya dari bank yang berupa pemberian tambahan kredit atau melakukan konversi atas seluruh atau sebagian dari kredit menjadi equity perusahaan yang dilakukan dengan atau tanpa reschedulingdan atau remoditioning.” ucapnya. Sebelumnya, nasabah BRI Mas’udi mengadu ke Komisi l DPRD Pamekasan karena merasa dirugikan.

Dia menuding BRI melakukan lelang tanah yang dijadikan jaminan pada saat meminjam modal sebesar Rp 105 juta dan dilakukan secara sepihak oleh BRI. Padahal menurut Mas’udi sudah ada kesepakatan antara dirinya dengan pimpinan cabang BRI untuk pembatalan lelang. Sayang hingga kemarin (25/3), Pimpinan Cabang BRI Pamekasan Seno Adji tidak bisa dimintai keterangan. Berkali-kali dihubungi melalui telepon pribadinya, tidak ada jawaban.

Namun sebelumnya, Humas BRI Fitri saat ditemui di kantornya mengaku tidak punya wewenang untuk menanggapi masalah Mas’udi tersebut. Menurutnya hanya pimpinan BRI yang bisa memberikan konfirmasi. “Yang tahu persis masalah ini Mas Ali selaku bagian kredit bermasalah BRI. Dia sekarang lagi di luar kota. Mungkin konfinnasinya menunggu beliau datang saja,” kata Fitri kepada Jawa Pos Radar Pamekasan. (radar)

Yg kedua Org tua walimurid dan LsM se Pamekasan akan lakukan aksi unjuk rasa agar turunkan Pinca BRI Pamekasan terkait pembagian BSM yg tdk langsung justru membuat kebijakan dan komitmen dg pihak sekolah guna tujuan atau tendensi lain agar disalurkan melalui guru. Ini sebuah pelanggaran berat

Share on Twitter

Pengaduan Terkait:

  1. Bank BRI Tidak Konsisten
  2. Kartu Kredit BRI Belum Diterima, Bill Tagihan Sudah Datang
  3. Kekerasan,Pemalakan,Jatah Preman,di Indomaret Cimanggis ,Gg Nangka
  4. Kecewa Dengan Penagih Kartu Kredit Bank Permata
  5. XL Membuat tidak Nyaman Konsumen
  6. Pinalti Bunga Sangat Tinggi dari BRI
  7. Pelayanan BRI Mengecewakan

Leave a Reply