«

»

May
12

PLN Bagaikan Dewa


  • [ Sudah dilaporkan ke pihak terkait pada 03 Juni 2015 ]
Share on Twitter

plnBeberapa waktu yang lalu kami sempat menulis PLN oh PLN ………. maunya menang sendiri Beberapa hari setelah tulisan tersebut dimuat di media masa kami menerima tanggapan dari PLN. Dimana PLN meminta kami untuk datang ke kantor PLN.

Awalnya kami pikir akan ada tanggapan positif, sebagai indikasi PLN yang terbuka dan menerima kritik untuk meningkatkan kinerja PLN kedepannya. Namun sayang harapan tinggal harapan, ternyata pembicaraan kami dengan Bpk Made Sukarya (MS) tidak menghasilkan apa-apa kecuali menegaskan arogansi oknum PLN.

Kami mempertanyakan bagaimana meteran dapat dibongkar tanpa sepengetahuan penghuni rumah? Ketika pembongkaran dilakukan hanya ada petugas PLN, dan petugas tersebut menyatakan ada bagian yang diganti oleh kami. Jika hanya ada satu pihak yang menyatakan hal tersebut tanpa ada pihak lain, bukankah sangat rawan manipulasi? PLN mengatakan ada saksinya? Kami kejar siapa? PLN tidak bisa menjawab, bahkan di kolom yang seharusnya ada 2 kolom tidak ada tandatangan sama sekali berarti tidak ada saksi sama sekali saat itu. Orang yang menurut PLN sudah tanda tangan sebagai penghuni rumahpun hanya ada tandatangan TANPA nama terang, dan yang pasti itu bukanlah tanda tangan kami. Siapa individu yang dimaksud sebagai saksi tersebut PLN tidak dapat menjelaskan identitasnya bahkan namanya saja PLN tidak tau. Apa ini bisa diterima? Namun PLN tetap bersikeras pendapatnya benar. Disinilah kami berpendapat saat ini PLN bagaikan DEWA yang tidak mungkin salah.

Kami juga mengatakan, memang jika PLN bersikeras mencabut ya akhirnya kami sebagai pelanggan pasti menyerah sebab saat ini PLN adalah satu-satunya/monopoli tidak ada pilihan buat konsumen. Jawaban Bpk MS, sangat menyakitkan beliau menjawab, Ada kog, anda pakai saja diesel. Apakah ini jawaban yang pantas? kami pikir ini sangat-sangat arogan dan tidak memiliki empati sama sekali. Kami sangat berharap mindset seperti ini dihilangkan dari PLN.

Belum lagi Bpk Made Sukarya (MS) juga mengatakan, tidak ada guna saya bicara dengan bapak, saya cabut saja meterannya. Disini saya berargumen, PLN harus dapat membuktikan dulu kami bersalah, baru mengeksekusi. Namun MS bersikeras langsung mengeksekusi. Teroris saja sebelum dieksekusi, keputusannya harus ingkrah dulu, dan sudah diberi kesempatan melakukan semua upaya hukum, baru eksekusi. Tapi kalau Bpk MS ini eksekusi dulu urusan belakangan. Hebat bukan?

Bukankah lebih baik melepaskan 1000 orang bersalah daripada menghukum 1 orang tidak bersalah. Namun penilaian kami dalam kasus ini MS berpendapat, lebih baik menghukum 1000 orang yang tidak bersalah, daripada melepaskan 1 orang yang bersalah. Benarkan?
Dalam pembicaraan tersebut kami juga ungkapan kemungkinan adanya oknum PLN yang bermain, namun disanggah bahwa di PLN tidak ada oknum. DPR saja ada oknumnya, PLN tidak ada?

Dalam pertemuan tersebut yang sedikit kami dapat ceritakan seperti diatas, terlihat dengan jelas apa yang kami maksud dengan PLN harus\’. Jangan bersikukuh mau menang dan benar sendiri. Apalagi jika fakta menyebutkan sebaliknya. Sehingga PLN dapat terus eksis, tidak seperti banyak perusahaan yang akhirnya gugur karena mempertahankan arogansinya.

Dalam kasus ini kami sebagai pelanggan benar-benar tidak melakukan kesalahan apapun yang layak untuk dihukum. Karenanya kami merasa sangat-sangat dirugikan. Setelah pembicaraan tersebut pada akhirnya PLN tetap bersikeras dengan 2 keputusannya yaitu mencabut meter kami atau kami membayar denda. Padahal jelas sekali dalam hal ini PLN yang melakukan kesalahan. Apakah ini bukan sikap arogan yang luar-biasa? Sampai kapan PLN akan tetap seperti ini. Apalagi dalam pembicaraan itu, MS jelas mengatakan banyak kejadian seperti ini. Artinya telah banyak pelanggan PLN yang dirugikan, dimana para pelanggan tidak melakukan kesalahan namun dipaksa oleh arogansi PLN.
Kami berharap pihak terkait atau berwenang dapat mengkoreksi dan mengambil tindakan terhadap hal ini.

Share on Twitter

Pengaduan Terkait:

  1. Sinetron Dewa 7 Desember Vulgar
  2. PLN oh PLN, Mau Menang Sendiri Saja
  3. Proses Pengambilan Deposito Yang lambat
  4. Migrasi Flexi Sangat Merugikan
  5. Pelayanan Buruk Supir Taxi Express
  6. Lion Air Tidak Bertanggungjawab
  7. Hak Pelanggan Hypermart Yang Tidak Diberikan
  8. Pelayanan Wings Air yang Buruk
  9. Pelayanan Samsung Indonesia Mengecewakan
  10. Jaringan Telkomsel Rusak Total

Leave a Reply