«

»

May
17

Matikan Argo, Supir Taksi Blue Bird Malah Minta Uang Lebih


  • [ Sudah dilaporkan ke pihak terkait pada 03 Juni 2015 ]
  • [ Sudah ditanggapi oleh pihak terkait pada 04 Juni 2015 ]
Share on Twitter

bluebird3Blue Bird Group saya kira memiliki layanan terbaik dibanding armada serupa didunia per-taxi-an di Indonesia. Namun anggapan saya seketika luntur karena kejadian tadi malam, tepatnya pulang dari Stasiun Pasar Senen. Malam itu tepatnya jam 23:15 saya keluar dari Stasiun hendak pulang ke Rawamangun karena baru saja mengantar teman yang ingin pulang ke Semarang menggunakan kereta. Niat awalnya saya ingin pulang menggunakan KRL namun jam segitu ternyata KRL sudah habis. Alhasil saya mencari alternatif lain untuk minta jemput teman kosan , namun karena sudah terlalu malam dan sedang ada kesibukan teman saya pun tidak bisa menjemput. Solusi terakhir dan tercepat adalah naik taksi yah begitulah pikirku.

Saya berjalan keluar stasiun karena saya tahu jika taksi yang mangkal distasiun itu mahal, apalagi ditambah harus bayar uang pangkal 10rb. saya berjalan keluar arah kiri stasiun guna mencari taksi yang lewat. tepat sebelum rel aku dihampiri oleh sebuah Taksi Pusaka, dia (supir) menawariku naik taksinya. dia bertanya “Kantor Pusat Bea Cukai ya ?”. aku kaget kenapa dia langsung tahu tujuanku, padahal aku hanya menggunakan jaket bertuliskan CUSTOMS di punggung. Aku sempat heran kenapa dia bisa langsung tahu, ku kira yang tahu CUSTOMS hanya orang area rawamangun saja. awalnya aku menolak, lalu dia berkata lagi “udah 70 aja, sampe kos”, aku menolak lagi “pakai argo kalau mau biar fair”. setelah bilang begitu, dia setuju, aku pun masuk taksinya. beberapa saat kemudian dia membuka pembicaraan, dan berhenti ditukang kopi langganannya untuk beli kopi. dia juga bercerita tentang luka dikepalanya yang dijahit 15. karena luka itu maka dia dipanggil BOCOR.

Sampai di cempaka, argo menunjukan anggka 31rb, aku berpikir kalau habis sekitar 50rb jika sampai kos ku. tiba-tiba sang sopir mematikan argo nya, aku kaget dan langsung bertanya kenapa kok dimatikan. dia hanya diam saja dan terus mengemudi. sesampainya disamping kantor pusat “disinikan ? apa mau yang depan kolam renang Bojana Tirta”. aku jawab “kolam renang aja sana dikit pas tikungan”. sesampainya ditikungan yang berjarak 300 meter dari kantor pusat dia bilang “80 ya sama uang pangkal” “Loh kok 80, katanya tadi pake argo, kenapa tadi dimatiin” “aku gak pernah pake argo” “tadi perjanjian awwalnyakan pake argo” “pokoknya tetep 80 itu udah sama uang pangkal” “kok gitu sih, tadi aja awalnya bilang pake argo, sebelumnya bilang 80 sampe kos, ini gak sampe kos (masih harus jalan lagi 500m) kok jadi 80 malahan” “Udah pokoknya 80” dengan nada membentak. “lho kok ngono(karena saya orang jawa) yowes 70 ya” aku mengalah dengan kembali ke permintaan awalnya dan mengalah. aku sodorkan uang 100 eh cuma kembali 20, aku protes “lho kok 20, yang 10 mana” dia tak menjawab dan langsung menarik tuas pintu sehingga terbuka, pertanda mengusir ku dari taksinya. karena udah malem dan aku capek aku memilih keluar dan menghindari pertengkaran. aku sangat kecewa dengan hal itu, aku berpikir kalau aku telah mengalami penipuan dan pemerasan, bagaimana menurut anda ?. lumayan sih 10rb bisa buat sekali makan, maklum masih mahasiswa, segitu pun sangat berharga bagi kami.

Intinya saya sangat kecewa dengan kejadian malam ini, dan saya sudah kapok lagi naik taksi pusaka. saya harap pihak Blue Bird Group lebih memperhatikan lagi dalam seleksi supir dan pengawasan. semoga kejadian seperti yang saya alami tidak terulang lagi menimpa korban BOCOR lainnya.

Share on Twitter

Pengaduan Terkait:

  1. Sopir Taksi Blue Bird Minta Ongkos di Luar Argo
  2. Supir Taksi Blue Bird Tidak Beretika
  3. Sikap Supir Taksi Blue Bird Mengecewakan
  4. Kecewa dengan Supir Taksi Blue Bird
  5. Supir Taksi Blue Bird tidak Tahu Jalan
  6. Supir Taksi Blue Bird Tidak Beretika
  7. Supir Blue Bird Menipu Tarif Perjalanan
  8. Supir Taksi Blue Bird a.n Didi Mulyadi Tidak Ramah
  9. Supir Taksi Blue Bird yang Ugal-ugalan di Jalan
  10. Supir Taksi Blue Bird Tidak Bermoral

1 comment

  1. Prasetyo says:

    Dengan hormat,

    Kami atas nama manajemen Blue Bird Group mohon maaf sehubungan dengan ketidaknyamanan yang Bapak alami.

    Sesuai dengan standar pelayanan, pengemudi sudah diberikan briefing untuk selalu menggunakan argo meter setiap mengantar customer dan tidak diperkenankan meminta tarif borongan. Informasi keluhan yang Bapak sampaikan merupakan masukan berharga bagi kami, untuk itu mohon kiranya diinformasikan nomor taksi dan tanggal kejadian saat masalah ini terjadi agar kami dapat memberikan teguran langsung kepada pengemudi bersangkutan. Informasi tambahan tersebut dapat Bapak informasikan melalui email: customercare@bluebirdgroup.com atau melalui telepon : 021-797-1245.

    Sekali lagi kami mohon maaf dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.

    Salam hormat,
    Dian Handriyanti
    Customer Service Supervisor
    Blue Bird Group

Leave a Reply